News
Beranda » News » Skandal Manipulasi Data Ekonomi di Pemerintahan Korea Selatan

Skandal Manipulasi Data Ekonomi di Pemerintahan Korea Selatan

GELUMPAI.ID — Pemerintahan Moon Jae-in di Korea Selatan dilaporkan telah memanipulasi data resmi terkait harga rumah, distribusi pendapatan, dan lapangan pekerjaan selama hampir empat tahun. Tujuannya adalah untuk meyakinkan publik bahwa kebijakan ekonomi dan properti yang diterapkan efektif.

Menurut Badan Audit Negara (BAI), kantor kepresidenan Moon, Cheong Wa Dae, dan Kementerian Tanah menginstruksikan Badan Real Estat Korea (REB) untuk memanipulasi angka fluktuasi harga rumah mingguan dan bulanan sebanyak 102 kali dari Januari 2018 hingga Oktober 2021.

Manipulasi ini dilakukan untuk memperlihatkan seolah-olah kebijakan properti pemerintah berjalan sukses.

Bukan hanya dalam sektor properti, data tentang distribusi pendapatan dan lapangan pekerjaan juga turut dimanipulasi. Tujuannya adalah untuk menutupi dampak negatif dari ketimpangan pendapatan yang semakin lebar dan melonjaknya jumlah pekerja non-reguler.

Badan Audit Negara mengungkapkan temuan ini setelah menyelesaikan laporan penyelidikan mereka pada Kamis lalu.

Dalam penyelidikan ini, BAI meminta pihak kejaksaan untuk menyelidiki 22 mantan pejabat pemerintah, termasuk empat mantan kepala staf kepresidenan yang bertanggung jawab atas kebijakan, serta mantan Menteri Tanah, Kim Hyun-mi.

BAI juga menyoroti bahwa Cheong Wa Dae dan Kementerian Tanah telah melanggar Undang-Undang Statistik dengan meminta REB untuk memberikan statistik harga rumah sebelum data tersebut dipublikasikan, meskipun REB sudah berulang kali meminta agar hal itu dihentikan.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa selain menerima data lebih awal, Cheong Wa Dae dan Kementerian Tanah juga mempengaruhi angka statistik yang dikeluarkan, yang jelas melanggar peraturan.

Upaya untuk menanggulangi lonjakan harga rumah menjadi salah satu agenda utama kebijakan Moon. Hal ini memicu Kementerian Tanah untuk menerapkan serangkaian langkah drastis, termasuk mengenakan pajak tinggi pada pemilik lebih dari satu rumah. Namun, meskipun pemerintah berusaha keras mengatasi spekulasi properti, harga rumah justru terus meroket.

Laman: 1 2