GELUMPAI.ID — Indeks kesetaraan gender Korea Selatan menurun untuk pertama kalinya sejak data mulai dilacak pada 2010, mencapai angka terendah sepanjang sejarah, menurut laporan yang dirilis pemerintah pada Kamis.
Indeks kesetaraan gender untuk tahun 2023 tercatat 65,4, turun 0,8 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan kesenjangan gender yang terus bertahan dalam bidang pengambilan keputusan dan penguatan stereotip gender dalam keluarga.
Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga mengatakan bahwa meskipun ada peningkatan di sektor pendidikan (95,6 poin) dan kesehatan (94,2 poin), sektor pengambilan keputusan (32,5 poin) dan pengasuhan (32,9 poin) menunjukkan angka yang rendah. Hal ini mengindikasikan masih adanya kesenjangan besar dalam peran manajerial di sektor publik dan swasta.
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan kesadaran mengenai kesetaraan gender yang tercatat turun 6,8 poin, dari 80 poin menjadi 73,2 poin. Perubahan ini juga terlihat jelas pada indeks stereotip peran gender dalam keluarga yang menurun tajam dari 60,1 poin menjadi 43,7 poin. Selain itu, angka penggunaan cuti paternal oleh pria turun dari 37 poin menjadi 34,7 poin.
Salah satu indikator terendah adalah rasio menteri perempuan yang hanya mencapai 20 poin, dengan hanya tiga menteri perempuan di 19 kementerian dan lembaga. Sementara rasio anggota perempuan di Majelis Nasional Korea berada di posisi kedua terendah, yaitu 23 poin, dengan hanya 60 dari 300 anggota legislatif yang perempuan.
Lee Dong-sun, peneliti di Institut Pengembangan Perempuan Korea, menyatakan bahwa penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya tanggung jawab pengasuhan di keluarga setelah pandemi dan penggunaan cuti melahirkan yang lebih banyak oleh perempuan. “Ini berkontribusi pada penurunan keseluruhan indeks,” katanya.
Perubahan ini terjadi di tengah kebijakan kesetaraan gender yang mengalami kemunduran di era pemerintahan Presiden Yoon Suk Yeol. Pada kampanye presiden sebelumnya, Yoon menyatakan bahwa “tidak ada diskriminasi gender struktural di Korea” dan berjanji untuk menghapus Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga setelah terpilih.

