GELUMPAI.ID — S&P Global mempertahankan peringkat kredit jangka panjang dan pendek Israel pada level “A/A-1”. Namun, konflik militer yang berkepanjangan dapat berdampak buruk pada ekonomi dan fiskal negara itu.
Operasi militer Israel di Gaza kembali berlanjut. Aktivitas militer di Lebanon dan Suriah juga meningkatkan risiko keamanan.
S&P memproyeksikan pertumbuhan PDB Israel mencapai 3,3% tahun ini. Investasi dan konsumsi yang lebih kuat menjadi pendorong utama.
Dikutip dari Reuters, dua pertiga ekspor Israel ke AS berupa jasa, terutama di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Sektor ini tidak terkena tarif impor, sehingga dampak ekonomi diperkirakan moderat.
Bank of Israel memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5% tahun ini. Defisit anggaran diperkirakan turun menjadi 4,2% dari PDB, dari 6,9% pada 2024.
Namun, bank sentral memperingatkan ketidakpastian tinggi akibat perang dan lingkungan perdagangan global. Premi risiko Israel juga meningkat signifikan.
S&P menetapkan prospek kredit Israel sebagai “negatif”. Hal ini mencerminkan tantangan keamanan dan ekonomi yang terus berlangsung.

