GELUMPAI.ID – Alex Marquez kembali harus menelan pil pahit di MotoGP GP Ceko 2025.
Bukannya menantang para rival, adik Marc Marquez ini justru mengeluh soal masalah aneh yang bikin motornya “liar” sejak awal balapan.
Finish di posisi ke-17 dalam Sprint Race jadi hasil terburuknya musim ini.
Yang bikin makin nelangsa, cuma dia satu-satunya rider yang mengalami hal tersebut.
Start dari grid ke-8, bukannya melesat, Alex Marquez justru melorot dan memilih menyelesaikan balapan ala kadarnya.
Bukan tanpa alasan, motornya langsung bermasalah sejak detik pertama.
Dan menurutnya, bukan karena tear-off visor milik rider lain yang menempel.
“Aku memang sempat cabut visor sobekan rider lain sebelum start, tapi kurasa itu bukan penyebab utamanya,” kata Alex.
“Motornya terasa aneh. Di masa lalu, beberapa rider pernah ngalamin wheelspin berlebihan saat start, tapi kali ini cuma aku yang kena. Itu yang bikin makin aneh,” kisahnya.
Keteteran Karena Cedera, Ditinggal Marc 95 Poin!
Bukan cuma masalah teknis yang mengganggu. Sejak insiden patah tangan di Assen, Alex terlihat belum bisa tampil agresif 100 persen.
Bahkan di Sachsenring, dia mengaku hanya jadi “penumpang” di atas motornya sendiri.
Kini, jaraknya dari sang kakak makin jauh, tertinggal 95 poin di klasemen rider.
Dengan setengah musim tersisa, rasanya butuh keajaiban buat mengejar Marc Marquez yang lagi on fire di puncak.
Ironisnya, di saat Marc menatap rekor baru, Alex malah makin sulit bersaing.
Bahkan di Assen, ia memilih tak melawan keras kakaknya, keputusan yang oleh sebagian fans dianggap “konyol”.
Libur Musim Panas Jadi Penyelamat?
Untungnya, GP Ceko jadi balapan terakhir sebelum jeda musim panas.
Para rider punya waktu hampir sebulan buat rehat, pulih dari cedera, atau sekadar mengisi ulang energi.
Bagi Alex yang sudah menjalani operasi, ini saat ideal buat benar-benar pulih.
Tanpa kondisi fisik maksimal, mengalahkan Marc yang pakai motor baru saja sulit, apalagi kalau masih cedera sambil tunggangan bermasalah.
Musim 2025 jelas belum bersahabat untuk Alex Marquez. Tapi dengan waktu istirahat yang ada, masih ada peluang untuk bangkit di paruh kedua musim.

