GELUMPAI.ID – Sempat di ambang reuni dengan Morgan Gibbs-White di Tottenham Hotspur, Brennan Johnson akhirnya buka suara soal drama transfer yang batal terjadi.
Ia juga mengungkap pelajaran berharga dari sosok yang lebih dulu meninggalkan klub: Heung-min Son.
Tottenham Hotspur sempat diyakini hampir mengamankan jasa Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest.
Bahkan, proses tes medis disebut tinggal hitungan jam. Namun, segalanya bubar jalan usai Forest menuduh Spurs melakukan pendekatan ilegal, yang berbuntut pada ancaman gugatan hukum.
Gibbs-White akhirnya memperpanjang kontraknya di Forest sampai 2028, dan kisah transfernya ke London Utara pun tamat begitu saja.
Namun, di balik saga panas itu, Brennan Johnson ternyata memilih untuk tidak ikut campur.
Dalam wawancara dengan terbaru, penyerang Spurs yang juga mantan rekan setim Gibbs-White di Forest ini berkata:
“Saya tidak menghubunginya karena saya tahu ponselnya pasti penuh. Saya tidak mau menambah tekanan lagi untuk dia,” ucapnya.
Ia juga menegaskan rasa hormat dan dukungannya untuk sang sahabat.
“Morgan orang yang luar biasa. Kami sangat akrab dan saya mendoakan yang terbaik untuknya,” katanya.
Warisan Heung-min Son: Mentor yang Tak Tergantikan
Setelah Tottenham gagal mendatangkan playmaker baru, tim kini harus menghadapi realita lain, kepergian Heung-min Son, sang kapten dan ikon klub selama satu dekade terakhir.
Bagi Brennan Johnson, Son bukan sekadar pemain besar. Ia adalah mentor, panutan, sekaligus inspirasi.
Dalam laga uji coba kontra Newcastle di Seoul, Johnson mencetak gol dan merayakannya dengan selebrasi khas Son, sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Saya belajar banyak hal darinya. Cara dia bersikap, profesionalitasnya, dan hal-hal teknis di lapangan. Dia sangat membantu saya, terutama dalam meningkatkan kaki kiri saya,” ungkap Johnson.
Ia juga mengakui bahwa karakter Son tak bisa digantikan begitu saja.
“Dia pemain kelas dunia dan pribadi yang luar biasa. Saya rasa tak ada satu pun pemain yang tidak mau bermain bersamanya,” terangnya.

