GELUMPAI.ID – Dunia kecerdasan buatan (AI) sedang heboh dengan gebrakan startup asal Tiongkok, DeepSeek. Senin lalu, DeepSeek memicu penjualan besar-besaran saham teknologi di pasar AS setelah meluncurkan asisten AI gratis yang langsung menggeser posisi ChatGPT milik OpenAI di puncak App Store milik Apple (AAPL.O). Teknologi ini dilatih menggunakan chip Nvidia H800 yang lebih sederhana dengan anggaran kurang dari USD 6 juta.
Sementara itu, CEO OpenAI, Sam Altman, melalui akun X-nya, memuji model DeepSeek R1, yang disebutnya sebagai “model yang mengesankan, terutama dalam hal efisiensi biaya.” Nvidia juga menilai pencapaian DeepSeek membuktikan kebutuhan akan lebih banyak chip mereka di pasar.
Dilansir dari Reuters, DeepSeek berhasil menurunkan jarak keunggulan teknologi AI AS dari 18 bulan menjadi hanya enam bulan. Namun, strategi peluncuran gratis DeepSeek memunculkan kekhawatiran apakah mereka memiliki cukup chip untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Christian Kleinerman, Wakil Presiden Produk di Snowflake, menyebut perusahaan mereka kini menawarkan model DeepSeek dalam marketplace AI mereka setelah menerima banyak permintaan dari pelanggan. “Selama kami transparan kepada pelanggan, kami tidak melihat masalah mendukung teknologi ini,” katanya.
Para pengembang AI AS kini berlomba menganalisis model terbaru DeepSeek, V3. Meskipun makalah penelitian yang dirilis Desember lalu mencakup data pelatihan terakhir menggunakan 2.048 chip Nvidia H800, banyak pertanyaan masih belum terjawab, termasuk total biaya pengembangan. Beberapa ahli memperkirakan bahwa tahap awal pengembangan DeepSeek bisa saja menelan biaya lebih dari USD 1 miliar.
Pujian terhadap keputusan DeepSeek untuk membuka akses model mereka sebagai open source terus berdatangan. Venture capitalist Marc Andreessen menyebut model R1 sebagai “salah satu terobosan paling menakjubkan dan hadiah luar biasa bagi dunia.”
Gebrakan ini semakin menegaskan bahwa teknologi open source bisa menjadi alternatif yang layak untuk teknologi AI komersial yang mahal seperti ChatGPT. Dengan banyaknya perusahaan teknologi besar AS yang akan melaporkan pendapatan kuartalannya minggu ini, asumsi bahwa hanya mereka yang mampu mendominasi AI mungkin akan diuji kembali.

