Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Strategi Duduk Manis McLaren Bikin Fans Geleng-Geleng

Strategi Duduk Manis McLaren Bikin Fans Geleng-Geleng

GELUMPAI.ID — Strategi McLaren di Grand Prix F1 Jepang menuai kritik tajam.

Meski memulai balapan dari posisi dua dan tiga, Lando Norris dan Oscar Piastri gagal menyalip Max Verstappen yang start dari pole.

Verstappen yang mengandalkan Red Bull tampil konsisten dan akhirnya finis pertama di Sirkuit Suzuka akhir pekan lalu.

Sementara itu, Norris harus puas di posisi kedua, diikuti Piastri di tempat ketiga.

Di tengah balapan, Norris sempat keluar ke rumput saat keluar dari pit yang bersamaan dengan Verstappen. Ia kemudian bertanya-tanya, apakah strategi undercut bisa memberinya peluang lebih baik.

Piastri bahkan meminta lewat radio untuk diberi izin menyerang Verstappen. Namun, permintaan itu ditolak tim.

Pengamat F1, Peter Windsor, menilai McLaren gagal memaksimalkan keunggulan mereka.

“Yang aneh di balapan itu adalah bagaimana McLaren salah menggunakan keunggulan mereka,” ujarnya.

“Tujuan punya dua pembalap cepat di mobil yang mampu menang di GP Jepang, ya biarkan mereka saling menyerang. Biarkan Oscar memaksa Max lebih keras, lalu Lando bisa manfaatkan itu,” tambahnya.

Namun yang terjadi, kata Windsor, McLaren justru bermain aman dan tidak melakukan manuver berarti.

“Mereka cuma duduk di sana! Mereka nunggu apa? Nunggu Max bikin kesalahan?” ungkapnya dengan nada bingung.

Menurutnya, McLaren punya peluang besar menang. Sayangnya, mereka justru tunduk pada dominasi Verstappen.

“Mereka punya mobil terbaik dan seharusnya menang. Tapi nyatanya, mereka dikalahkan pembalap yang lebih baik,” tegas Windsor.

Hingga saat ini, tiga balapan awal musim 2025 telah dimenangkan oleh Norris, Piastri, dan Verstappen.

McLaren kini memimpin klasemen konstruktor, sementara Norris unggul satu poin dari Verstappen di klasemen pembalap.

Menjelang GP Bahrain akhir pekan ini, McLaren diprediksi kembali jadi penantang terkuat.

Windsor yakin tim asal Woking itu punya peluang lebih besar di sirkuit Bahrain.

“Yang mereka butuhkan cuma lap yang bagus untuk berada di depan Max. Saya yakin itu yang mereka pikirkan sekarang,” ucapnya optimistis.

Laman: 1 2