Lifestyle
Beranda » Lifestyle » Suka Pamer Prestasi? Wah, Bisa Jadi Kamu Gagal Sukses!

Suka Pamer Prestasi? Wah, Bisa Jadi Kamu Gagal Sukses!

GELUMPAI.ID — Siapa, sih, yang nggak mau sukses? Tapi kenyataannya, nggak semua orang sadar bahwa kebiasaan sehari-hari bisa jadi penentu utama jalan menuju keberhasilan.

Satu hal yang sering dianggap sepele ternyata bisa jadi red flag alias sinyal bahaya.

Kebiasaan ini bahkan bisa bikin kamu jauh dari kesuksesan yang diimpikan, dan lebih parahnya lagi, bikin kamu terkesan arogan di mata orang lain.

Dalam laporan yang dirangkum dari CNBC Make It, psikolog sekaligus penulis ternama Adam Grant mengungkap satu kebiasaan buruk yang jadi tanda kamu mungkin sulit meraih sukses.

“Pada umumnya, membanggakan prestasi Anda tidaklah efektif dan sering kali kontraproduktif, karena orang-orang tidak menganggap Anda sebagai sumber yang kredibel untuk menunjukkan kejeniusan Anda,” kata Grant.

Nggak cuma itu, membanggakan diri sendiri ternyata bisa jadi bumerang.

Menurut Grant, pamer kesuksesan bukanlah bukti seseorang itu sukses, tapi justru tanda bahwa orang tersebut merasa tidak aman.

“Orang yang tidak aman hanya membicarakan kemenangan mereka. Mereka membanggakan diri untuk mendapatkan perhatian,” tambahnya.

Alih-alih sibuk pamer, Grant menyarankan agar kamu membiarkan orang lain yang memuji.

Orang lain, kata dia, lebih kredibel saat bicara soal kualitas dan pencapaianmu.

Caranya? Bangun relasi yang kuat dan positif di lingkungan sekitar—baik pribadi maupun profesional.

Contohnya di tempat kerja, kamu bisa bantu manajer melatih karyawan baru atau aktif menyumbang ide saat rapat.

Dari sana, atasan akan melihat kamu sebagai pemain tim yang solid dan bisa dipercaya.

Lisa Skeete Tatum, CEO platform pelatihan karier Landit, menyebut orang-orang seperti ini sebagai “sponsor”—orang yang bisa bicara tentangmu saat kamu nggak ada.

“Saya tidak akan berada di tempat saya hari ini jika bukan karena orang-orang yang percaya pada saya … yang melihat sesuatu dalam diri saya dan mengambil kesempatan, yang membantu saya melihat hal-hal yang bahkan tidak saya ketahui mungkin terjadi,” ujarnya.

Kalau kamu memang harus mempromosikan diri, misalnya saat wawancara atau evaluasi kerja, Grant menyarankan untuk gunakan data dan fakta.

Laman: 1 2