GELUMPAI.ID — Kementerian Luar Negeri Suriah mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Mereka mengundang diplomat yang pernah membelot dari rezim Assad untuk bergabung kembali.
Dikutip dari Middle East Monitor, pemerintah menyiapkan formulir khusus untuk mengumpulkan data para diplomat tersebut.
“Kami menghargai peran besar Anda yang membelot dari rezim lama dan berdiri bersama rakyat,” bunyi pernyataan resmi itu.
Pemerintah ingin mendokumentasikan sejarah penting ini. Mereka juga berencana melibatkan para diplomat dalam upaya membangun Suriah baru.
Para diplomat diminta mengisi formulir sebelum 31 Mei 2025. Pemerintah menjamin kerahasiaan data yang diberikan.
“Informasi ini hanya akan digunakan untuk koordinasi upaya diplomatik masa depan,” tegas pernyataan tersebut.
Kementerian menegaskan partisipasi para diplomat sebagai langkah penting menuju reunifikasi. Ini disebut sebagai upaya menyatukan kembali kekuatan di tengah situasi nasional yang pelik.
Sejak pecahnya perang sipil 2011, ratusan pejabat Suriah membelot ke oposisi. Kini pemerintah berusaha menarik mereka kembali.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Damaskus memperkuat posisi diplomatiknya. Terutama dalam menghadapi tekanan internasional yang masih berlanjut.
Belum diketahui bagaimana respons para mantan diplomat yang selama ini bergabung dengan oposisi. Beberapa analis menyebut ini strategi untuk memulihkan citra rezim Assad.

