GELUMPAI.ID — Drama sains fiksi ambisius dari Netflix, 3 Body Problem, siap melanjutkan kisahnya lewat musim kedua dan ketiga. Kedua musim itu akan digarap berbarengan hingga 2027.
Setelah sukses dengan musim pertamanya, serial ini langsung dapat lampu hijau untuk dua musim tambahan. Proyek besar ini kini mulai membuka tabir proses produksinya.
Tak lagi berlokasi di Inggris, syuting musim 2 dan 3 akan dilakukan di Hungaria. Informasi ini terungkap dari dokumen pajak produksi terbaru yang dilaporkan ke otoritas Hungaria.
Produksi akan ditangani oleh Pioneer Stillking Andrássy Kft. yang berbasis di Budapest. Jadwalnya, proses produksi dimulai 7 Juni 2025 dan syuting berlangsung mulai 7 Agustus 2025 hingga 8 Februari 2027.
Lokasi syuting musim pertama sebelumnya tersebar di London dan beberapa wilayah Inggris dengan nama sandi “Straight Shooter.” Perpindahan ke Hungaria diyakini karena efisiensi bujet dan dukungan pemerintah setempat.
Total bujet produksi film ini mencapai 96,2 miliar HUF atau sekitar 260 juta USD. Dari jumlah tersebut, sekitar 77 miliar HUF atau 209,4 juta USD akan digelontorkan untuk produksi di Hungaria.
Pihak produksi juga mengajukan permohonan dukungan tidak langsung sebesar 28,86 miliar HUF atau sekitar 78,4 juta USD dari otoritas pajak Hungaria.
Laporan ini juga mengungkap bahwa total episode untuk dua musim ke depan berjumlah 11 episode. Jika dibagi rata, tiap episode punya bujet sekitar 24 juta USD—angka yang menandingi serial besar lainnya seperti The Mandalorian atau Game of Thrones.
Netflix sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai perpindahan lokasi maupun laporan bujet tersebut.
Namun, sutradara sekaligus produser Jeremy Podeswa terlihat aktif membagikan foto-foto scouting lokasi di berbagai wilayah Hungaria, termasuk Budapest dan daerah pedesaan lainnya.
Sementara itu, aktris Eiza González juga sempat memberi bocoran lewat wawancara dengan Extra TV.
“Kita sangat, sangat bersyukur karena penonton terhubung dengan serial ini,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Ini adalah materi yang sangat unik. Saat membaca bukunya dan naskahnya, saya benar-benar terbawa oleh dunia yang diciptakan. Karena sangat sci-fi, kita nggak pernah tahu ke mana arahnya, tapi orang-orang menerima dengan tangan terbuka.”

