GELUMPAI.ID – Seorang warga Kota Serang, M. Sy Ian Sangadji, melaporkan pengalaman tidak menyenangkan saat berbelanja online di Tokopedia menggunakan metode pembayaran GopayLater.
Ian mengaku tetap ditagih cicilan meski pembelian telah dibatalkan.
Kasus ini bermula pada 12 Agustus 2025, ketika Ian membeli barang melalui merchant bernama 1000 DINAR CELL.
Pesanan diproses pada 13 Agustus dan dijadwalkan tiba antara 14–15 Agustus melalui jasa ekspedisi Ninja Xpress.
Namun, hingga lebih dari sepekan, barang tak kunjung sampai.
Ian pun mencoba mencari klarifikasi. Pada 20 Agustus, ia menghubungi penjual, tetapi tak mendapat tanggapan.
Dua hari kemudian, ia mencoba menghubungi pihak Ninja Xpress.
Karena tidak menemukan kantor cabang di Serang, Ian menghubungi kantor pusat di Jakarta.
Jawaban yang didapat justru mengecewakan, pihak ekspedisi menyebut ia pernah menolak barang.
“Padahal saya sama sekali tidak pernah dihubungi,” ungkapnya.
Belakangan, Ninja Xpress menyatakan barang telah dikembalikan ke penjual.
Masalah semakin pelik menjelang akhir Agustus.
Ian menerima peringatan dari pihak GopayLater terkait cicilan dengan jatuh tempo 1 September 2025.
Meski Tokopedia telah membatalkan transaksi dan menyatakan dana sudah direfund ke GopayLater, tagihan tetap muncul.
“Awalnya saya pikir selesai, karena transaksi sudah dibatalkan. Tapi sejak awal September, saya terus ditagih, bahkan lewat telepon setiap hari. Saya tidak diberi kesempatan bicara, malah sering telepon hanya hening,” kata Ian.
Tak berhenti di situ, penagihan juga disertai ancaman denda dan blacklist ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Situasi ini membuat beban psikologis Ian semakin berat.
“Jumlah tagihan terus membengkak, sementara barangnya saja tidak pernah saya terima,” ujarnya.
Ian mengaku sudah mencoba berbagai cara: melapor ke Tokopedia lewat surat elektronik hingga menghubungi customer service Gopay. Namun, keluhannya dianggap selesai sepihak.
Lebih mengejutkan lagi, sejak 27 September 2025, penagihan tidak hanya ditujukan kepadanya, tetapi juga ke nomor-nomor orang lain yang tak ada kaitannya dengan kasus ini.

