GELUMPAI.ID – Perpisahan Heung-min Son dari Tottenham Hotspur benar-benar menyisakan haru, bukan cuma buat fans, tapi juga buat pelatih Ange Postecoglou.
Pelatih asal Australia itu bahkan mengungkapkan apa yang ia sampaikan ke skuad Spurs tentang warisan besar yang ditinggalkan Son.
Tak hanya sekadar pemain top yang dicintai semua pelatih sebelumnya, mulai dari Pochettino, Mourinho, Conte, hingga Nuno, Son menjadi ikon sejati era Postecoglou, terutama setelah ia diangkat jadi kapten dan berhasil mengangkat trofi Liga Europa.
Ange Postecoglou akhirnya angkat bicara soal kepergian Heung-min Son dari Tottenham.
Dalam pernyataannya kepada The Athletic, pelatih asal Australia itu mengungkap bahwa Son adalah poros utama semangat Spurs menjuarai Liga Europa musim lalu.
“Aku menjadikannya fokus besar selama perjalanan kami di Liga Europa. Dia adalah simbol dari bagaimana dunia melihat klub ini,” kata Postecoglou.
“Dia pemain luar biasa, tapi sebelumnya belum pernah mendapatkan trofi besar. Aku katakan ke para pemain, kalau kita bisa bantu Sonny meraih itu, kita semua akan jadi bagian dari sesuatu yang spesial, kita bagian dari warisannya,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Pemain, Tapi Pemersatu
Lebih dari sekadar pemain teknis hebat, Postecoglou menyebut Son sebagai figur pemersatu. Itulah alasan ia tanpa ragu menunjuk sang pemain asal Korea Selatan sebagai kapten.
“Aku pikir, kunci mencari pemimpin itu adalah seseorang yang bisa menyatukan semua orang. Dan itu Sonny. Dia bisa duduk di meja mana pun di ruang makan, dengan staf atau pemain dan langsung membangun percakapan,” jelasnya.
Son juga menunjukkan semangat seperti pemain muda di setiap sesi latihan.
“Kalau pemimpinmu tidak semangat, itu bisa menjalar ke seluruh tim. Tapi Sonny tidak akan biarkan itu terjadi,” katanya
Sama di Dalam dan Luar Kamera
Postecoglou menegaskan bahwa citra publik Heung-min Son yang rendah hati dan ramah memang benar adanya.
“Dia persis seperti yang orang lihat. Kadang, apa yang dilihat publik bisa sangat beda dari aslinya. Tapi dengan Sonny, tidak ada perbedaan,” ujarnya.

