Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Tangis Haru Warnai Pesta Perpisahan Goodison Park, Everton Bungkam Southampton

Tangis Haru Warnai Pesta Perpisahan Goodison Park, Everton Bungkam Southampton

Goodison Park, stadion bersejarah berusia 133 tahun milik Everton, menggelar laga Liga Primer Inggris terakhirnya dengan kemenangan manis 2-0 atas Southampton. (cr/Everton)

GELUMPAI.ID – Goodison Park, stadion bersejarah berusia 133 tahun milik Everton, menggelar laga Liga Primer Inggris terakhirnya dengan kemenangan manis 2-0 atas Southampton, diwarnai suasana haru dan perayaan dari ribuan suporter yang memadati stadion dan jalanan di sekitarnya beberapa jam sebelum kick-off.

Para penggemar The Toffees datang berbondong-bondong untuk mengucapkan selamat tinggal kepada stadion kebanggaan mereka sebelum tim senior putra pindah ke arena baru yang megah di Bramley-Moore Dock, yang kini dikenal sebagai Hill Dickinson Stadium.

Dalam atmosfer yang luar biasa dan lautan warna biru, Everton menjawab dukungan penuh suporter dengan penampilan dominan dan mengalahkan Southampton yang sudah dipastikan terdegradasi di bawah terik matahari Merseyside.

Bintang lapangan pada laga perpisahan ini adalah Iliman Ndiaye. Pemain muda berbakat itu membuka pesta gol Everton pada menit keenam melalui penyelesaian akhir yang tenang dan terarah. Setelah dua gol Beto dianulir karena offside, Ndiaye kembali mencatatkan namanya di papan skor pada masa injury time babak pertama, mengecoh kiper Southampton, Aaron Ramsdale, dan menggandakan keunggulan Everton.

Babak kedua berjalan lebih santai, layaknya laga testimonial. Meski demikian, kiper Everton, Jordan Pickford, tetap menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan gemilang di menit-menit akhir untuk menggagalkan peluang Cameron Archer.

Meskipun hasil pertandingan ini terasa sekunder di tengah perayaan perpisahan, kemenangan Everton melanjutkan tren positif yang ditunjukkan di bawah arahan manajer David Moyes, yang menggantikan Sean Dyche pada Januari lalu.

Tim wanita Everton kini akan menjadikan Goodison Park sebagai kandang mereka, sementara tim pria mengakhiri era mereka di stadion ikonik ini dengan cara yang pantas. Hari itu sepenuhnya tentang perpisahan tim pria Everton dengan rumah bersejarah mereka, dan mereka melakukannya dengan gemilang.

Kapten Everton, Seamus Coleman, yang berusia 36 tahun, mungkin hanya bermain selama 17 menit. Namun, waktu singkat itu cukup bagi para suporter yang mengidolakan bek yang didatangkan dengan harga murah 60 ribu poundsterling pada Januari 2009 itu untuk memberikan sambutan meriah saat namanya diumumkan dan saat ia ditarik keluar lapangan.

Sepanjang pertandingan, suasana emosional dan perayaan terasa kental. Southampton, yang bermain layaknya tim dengan hanya 12 poin musim ini, menjadi tamu yang ‘ideal’ dalam pesta perpisahan Everton.

Ashley Young masuk menggantikan Coleman dan menjalani penampilan terakhirnya di Goodison Park bersama Everton. Sementara itu, Abdoulaye Doucoure, yang juga diperkirakan akan hengkang, tak kuasa menahan air mata saat ditarik keluar lapangan di babak kedua dan mendapatkan standing ovation dari para suporter.

Ndiaye juga mendapatkan apresiasi serupa atas dua golnya. Namun, lebih dari itu, tepuk tangan meriah yang diterimanya adalah bentuk harapan para penggemar Everton bahwa ia akan menjadi sosok sentral dalam masa depan cerah klub di bawah kepemimpinan Moyes dan pemilik baru asal Amerika Serikat, Friedkin Group.

Menit-menit terakhir pertandingan dipenuhi dengan riuh rendah suara suporter dan emosi yang bercampur aduk. Kini, Everton melangkah maju menuju era baru. Southampton, di sisi lain, hanya menjadi saksi dalam pesta perpisahan Everton dan tampak tak sabar untuk mengakhiri musim yang suram ini.

Dengan mantan manajer Lens, Will Still, dikaitkan dengan kursi kepelatihan Southampton untuk membangun kembali tim di Championship musim depan, laga ini hanyalah satu lagi pertandingan dan satu lagi kekalahan dalam kampanye yang mengecewakan.

Saat Everton sedikit mengendurkan serangan, Southampton memang menciptakan beberapa peluang, namun tidak ada ketajaman di lini depan mereka. Pickford hanya benar-benar diuji oleh penyelamatan di menit-menit akhir dari tembakan Archer.

Patut diapresiasi para suporter Southampton yang tetap memadati sudut stadion Goodison Park, meskipun harus menyaksikan tim kesayangan mereka menjalani musim yang penuh penderitaan.