GELUMPAI.ID – Air mata tumpah di Seoul World Cup Stadium. Heung-min Son, sang legenda Tottenham Hotspur, tak kuasa menahan haru saat melakoni laga terakhirnya bersama Spurs di hadapan puluhan ribu suporter negaranya sendiri.
Momen perpisahan yang penuh emosi ini sekaligus menutup perjalanan indahnya selama hampir satu dekade berseragam putih-putih London Utara.
Heung-min Son benar-benar tak kuasa menahan air mata. Laga pramusim melawan Newcastle di Seoul, Korea Selatan, bukan sekadar pemanasan, tapi momen perpisahan emosional sang kapten Tottenham.
Di pertandingan yang digelar di hadapan 64.773 penonton, Son menjadi starter sekaligus kapten Spurs untuk terakhir kalinya.
Ia sempat tersenyum saat diganti di babak kedua, namun air mata langsung jatuh saat duduk di bangku cadangan dan stadion menggema dengan nyanyian namanya.
Momen paling menyentuh datang saat Son berjalan keluar lapangan diiringi guard of honour dari kedua tim.
Sebuah penghormatan yang layak untuk pemain yang telah mengabdi selama hampir satu dekade.
Selama membela Spurs, Son mencetak 173 gol dalam 454 penampilan dan menjadi kapten yang membawa Tottenham meraih trofi pertama dalam 17 tahun, mengalahkan Manchester United di final Liga Europa musim lalu.
Pemain berusia 33 tahun itu kini sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk bergabung dengan LAFC di Major League Soccer (MLS).
Meski demikian, keputusan untuk meninggalkan Spurs bukanlah hal mudah baginya.
“Saya datang ke London Utara sebagai anak kecil yang bahkan belum bisa berbahasa Inggris. Kini saya pergi sebagai pria dewasa, dan itu membuat saya sangat bangga,” kata Son.
Pernyataan itu cukup menggambarkan betapa dalamnya hubungan emosional antara Son dan klub yang telah membesarkan namanya di Eropa.
Tottenham mungkin akan kehilangan salah satu pemain terbaiknya, tapi kenangan tentang Son Heung-min tak akan pernah hilang.
Ia bukan cuma ikon Spurs, tapi juga simbol kebanggaan sepak bola Asia di kancah dunia.
Kini tinggal menunggu waktu saja hingga LAFC mengumumkan transfer yang membuat dunia sepak bola menunduk hormat.

