News
Beranda » News » Tawa Seperempat Abad, Stand Up Indo Banten Sindir Pembangunan dengan Tawa di Hari Jadi ke-25

Tawa Seperempat Abad, Stand Up Indo Banten Sindir Pembangunan dengan Tawa di Hari Jadi ke-25

“Setiap lewat malam hari terasa dibuntuti begal,” ujar salah satu komika, disambut tawa riuh penonton.

Kritik juga dilontarkan soal kabel listrik yang menjuntai, jalan kabupaten yang berlubang.

“Saking banyaknya, kayaknya lubang itu manggil-manggil kita waktu bawa motor,” celetuk komika lainnya.

Mereka juga menyebut dana pembangunan gapura Rp175 juta di Pandeglang dengan gaya satirnya, “175 juta buat gapura segede apa? Gerbang Alam Sutra?”

Tak ketinggalan, topik soal tunjangan ASN turut diangkat dengan sindiran cerdas: “Masalah di Banten emang besar, tapi yang dibesarkan jangan tunjangannya. Di dalam kata tunjangan aja ada kata jangan, kok malah ditunaikan.”

Pemilihan Aula PUPR sebagai lokasi acara pun bukan tanpa alasan.

Menurut para komika, kritik seharusnya disampaikan langsung “dari rumah pemerintah”, agar keresahan rakyat bisa terdengar oleh mereka yang berwenang.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyambut baik ide ini.

“Ini kegiatan positif, karena komika bisa menjadi jembatan dalam menyampaikan kritik masyarakat,” ujarnya.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga memberikan dukungan serupa.

“Stand up comedian punya cara yang unik untuk menyuarakan kritik membangun. Ini langkah baik untuk Banten,” tutur perwakilan Dispar.

Laman: 1 2