Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Tekad Ange Postecoglou di Final Europa League, Akhiri Puasa Gelar Tottenham

Tekad Ange Postecoglou di Final Europa League, Akhiri Puasa Gelar Tottenham

Manajer Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, secara tegas menyatakan tekadnya untuk meraih trofi Liga Europa saat menghadapi Manchester United. (cr/tottenhamhotspur.com)

GELUMPAI.ID – Manajer Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, secara tegas menyatakan tekadnya untuk meraih trofi Liga Europa saat menghadapi Manchester United. Postecoglou menegaskan hal itu dalam konferensi pers di Estadio de San Mamés, Bilbao, pada Selasa (20/5) waktu setempat, menjelang laga final yang juga menandai pertandingan ke-100 dirinya menukangi Spurs.

Laga puncak Liga Europa antara Tottenham dan Manchester United dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/5) malam waktu Inggris.

“Kondisi tim cukup sama seperti minggu lalu, Lucas Bergvall tidak tersedia,” kata Postecoglou mengenai kesiapan skuadnya. Ia tidak mengumumkan kendala berarti lainnya, termasuk kondisi gelandang kunci Pape Matar Sarr yang dipastikan fit. “Dia baik-baik saja,” ujarnya singkat.

Menjelang pertandingan ke-100 bersama Tottenham, Postecoglou merefleksikan perjalanannya yang penuh dinamika. “Sangat sulit mengkontekstualisasikan tantangan dalam beberapa tahun terakhir ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dirinya datang ke klub dengan tujuan jelas untuk menempatkan klub di posisi di mana mereka bisa bersaing meraih trofi, sekaligus meremajakan skuad dan mengubah gaya bermain. “Ini adalah tugas yang cukup berat, banyak tantangan di sepanjang jalan,” lanjut pelatih asal Australia itu, melihat final ini sebagai kesempatan emas untuk memenuhi misi utamanya, “Memberikan trofi kepada klub.”

Dalam suasana pra-final yang tegang, Postecoglou mengungkapkan adanya inisiatif unik dari para pemain untuk mengadakan acara barbekyu di Hotspur Way sebelum keberangkatan ke Bilbao. “Itu dorongan dari para pemain. Saya orang Australia, jadi saya tidak akan pernah menolak barbekyu!” kata Postecoglou seraya tertawa. “Para pemain merasa itu adalah waktu yang tepat untuk bersantai bersama. Sayangnya, saya ada komitmen dengan kalian (media), jadi saya melewatkan bagian terbaiknya. Pengorbanan yang saya lakukan,” tambahnya, menunjukkan hubungan akrab dengan skuadnya.

Ketika ditanya mengenai hal yang lebih krusial, apakah memenangkan trofi atau lolos ke Liga Champions, Postecoglou memberikan jawaban tanpa ragu. “Itu adalah hadiah yang besar, dan kita tahu signifikansi kualifikasi Liga Champions serta artinya bagi setiap klub sepak bola. Ada manfaat yang jelas, Anda juga mendapatkan kesempatan untuk bermain melawan yang terbaik di benua ini,” jelasnya.

Namun, ia menambahkan, “Tapi, klub ini sudah pernah berkompetisi di Liga Champions sebelumnya. Kami belum memenangkan trofi dalam waktu yang lama, jadi itu yang paling penting.” Penekanan ini menunjukkan betapa besar keinginan klub untuk mengakhiri puasa gelar.

Meski Tottenham telah mengalahkan Manchester United sebanyak tiga kali pada musim ini, Postecoglou menegaskan bahwa catatan tersebut tidak akan memengaruhi hasil final. “Mungkin karena ini final, hal-hal tersebut tidaklah penting. Jika kami kalah dalam ketiga pertandingan itu, pertanyaannya akan bergeser ke tekanan karena tidak pernah mengalahkan mereka,” ungkapnya.

Menurut Postecoglou, dalam pertandingan besar, performa sebelumnya tidak lagi relevan. “Yang penting adalah bagaimana para pemain mengatasi momen tersebut, bagaimana mereka memahami pentingnya pertandingan. Kalian tidak pernah tahu bagaimana pemain akan bereaksi terhadap kesempatan sebesar ini,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa tugasnya adalah mempersiapkan pemain sebaik mungkin untuk menghadapi Manchester United yang akan tampil maksimal. “Jika kalian mempersiapkan diri seperti itu, keluar dan bermain sesuai potensi yang kalian miliki, kalian memberikan kesempatan kepada diri sendiri. Saya tidak berpikir apa yang kalian lakukan sebelumnya itu penting dalam pertandingan besar. Dalam final yang besar dan penting, semuanya ditentukan pada hari pertandingan,” jelasnya.

Postecoglou juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan laga ini menjadi pertandingan kedua terakhirnya di klub dengan santai. “Apakah itu penting? Tidak, karena realitasnya adalah kesempatan yang sama bagi saya, dan yang lebih penting, bagi klub,” tegasnya.

“Apa pun yang terjadi setelah besok itu tidak relevan, ketika kalian memikirkan kesempatan yang ada saat ini, yaitu untuk memberikan sesuatu yang istimewa bagi klub sepak bola ini, para pendukung, dan setiap orang yang telah bekerja keras, tidak hanya tahun ini, tetapi selama 15 tahun sejak trofi terakhir dan 41 tahun sejak trofi Eropa,” tutupnya.