“Tunggu 20 tahun ke depan. Kalau AI menang Oscar untuk skenario terbaik, baru kita anggap serius,” ujarnya.
Dalam wawancara terbaru, Cameron juga menyatakan keberatannya terhadap penggunaan prompt AI yang meniru gaya sutradara terkenal.
Permintaan seperti “dalam gaya James Cameron” atau “dalam gaya Zack Snyder” dianggapnya tidak etis.
“Itu membuat saya merasa agak mual,” ucapnya.
Namun ia mengakui bahwa setiap sineas pasti punya panutan dan pengaruh dalam berkarya.
“Saya ingin membuat film dalam gaya Ridley Scott, dalam gaya Stanley Kubrick. Itulah ‘prompt’ yang ada di kepala saya sebagai pembuat film,” katanya.
“Saya juga terinspirasi gaya George Miller: lensa lebar, sudut rendah, cepat, lalu ditutup dengan close up tajam. Saya ingin melakukan itu. Saya tahu siapa yang memengaruhi saya. Semua orang tahu siapa yang memengaruhi mereka.”
Saat ini, Cameron masih berada di tahap pascaproduksi untuk sekuel Avatar berjudul Fire & Ash.
Film ini dijadwalkan tayang pada 19 Desember mendatang, diproduksi oleh Disney dan 20th Century Studios.
Sumber: Variety

