Bisnis & Ekonomi News
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Teknologi Pertanian Dongkrak Produktivitas hingga 50 Persen

Teknologi Pertanian Dongkrak Produktivitas hingga 50 Persen

GELUMPAI.ID – Adopsi teknologi modern di sektor pertanian terbukti mampu mendongkrak produktivitas hingga 30–50 persen, sekaligus menekan biaya operasional dan menghemat tenaga kerja.

Pengawas Alat dan Mesin Pertanian Madya Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Harsono, menyebutkan digitalisasi pertanian juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani.

“Alsintan dan teknologi modern adalah kunci percepatan transformasi pertanian. Jika seluruh pemangku kepentingan bersinergi, maka visi pertanian Indonesia yang efisien, produktif, dan berdaya saing global dapat terwujud,” ujarnya.

Menurut Harsono, strategi percepatan modernisasi perlu memanfaatkan teknologi mekanisasi untuk berbagai komoditas mulai dari padi, jagung, kedelai, tebu, hingga hortikultura.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ia optimistis Indonesia bisa memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Robot Industri Indonesia (ASRII) Malik Khidir menilai ekosistem berbasis inovasi menjadi kunci daya saing industri nasional.

Salah satu langkah strategis yang ia dorong adalah pembentukan gerakan nasional Indonesia Manufacturing Center yang terintegrasi.

Menurut Malik, pusat inovasi ini nantinya akan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, dan pemerintah dalam mengembangkan teknologi otomasi dan robotik.

“Kita perlu membangun ekosistem yang tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga mampu mengkomersialisasikan inovasi menjadi produk yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat,” katanya.

FGD ini juga menghadirkan PT Kubota Indonesia, pelopor produsen mesin diesel berkualitas yang mendukung industri pertanian nasional.

Perusahaan ini bahkan telah mengekspor produknya ke tujuh negara, termasuk Australia dan Afrika Selatan, sebagai bukti daya saing produk di pasar global.

Acara tersebut mendapat sambutan hangat dari kalangan pengusaha dan akademisi, yang berharap Indonesia Manufacturing Center segera beroperasi sebagai solusi berbagai tantangan industri manufaktur dalam negeri.