News Ruang Getizen

Tematik Interaktif: Guru Inovatif Hadirkan Kelas yang Hidup dan Bermakna

Menurut Dr. Rani Pramesti, pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, pendekatan seperti ini sangat tepat untuk membangun kompetensi abad ke-21. “Anak-anak dilatih berpikir kritis, bekerja sama, dan memahami kehidupan dari sudut pandang orang lain. Ini jauh lebih membekas daripada sekadar menghafal isi buku,” jelasnya.

Guru sebagai Agen Transformasi

Perubahan metode pembelajaran ini tidak terlepas dari peran sentral guru sebagai agen transformasi. Banyak guru yang secara mandiri mengikuti pelatihan daring, berbagi praktik baik di komunitas, hingga menciptakan sendiri media belajar tematik yang menarik.

“Awalnya saya merasa repot. Tapi setelah melihat siswa lebih antusias dan nilai karakter mereka meningkat, saya merasa semua usaha terbayar,” kata M. Aditya, guru di sebuah sekolah dasar di Sleman.

Tantangan dan Harapan

Meski menjanjikan, penerapan tematik interaktif belum lepas dari tantangan. Fasilitas terbatas, beban administrasi guru, dan kebutuhan pelatihan masih menjadi kendala. Namun, semangat untuk menghadirkan pendidikan yang bermakna terus berkobar.

Kementerian Pendidikan pun mulai mendorong penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran tematik yang interaktif melalui platform Merdeka Mengajar. Dukungan dari kepala sekolah dan orang tua juga menjadi kunci keberhasilan pendekatan ini.

Kesimpulan

Tematik interaktif bukan sekadar tren pendidikan, melainkan sebuah lompatan menuju pembelajaran yang hidup, menyentuh, dan relevan dengan dunia nyata. Di tangan para guru inovatif, kelas bukan lagi ruang hampa, melainkan taman bermain intelektual yang menyenangkan dan penuh makna.

Laman: 1 2