News
Beranda » News » Terduga Pelaku Masih Berkeliaran, Dugaan Pelecehan Seksual Terjadi di Markas Polisi

Terduga Pelaku Masih Berkeliaran, Dugaan Pelecehan Seksual Terjadi di Markas Polisi

GELUMPAI.ID – Di balik riuhnya kehidupan di Ibukota Provinsi Banten, masih banyak suara yang tak terdengar, jerit korban kekerasan seksual yang kerap tenggelam dalam sunyi.

Kasus kekerasan seksual masih terus bermunculan, menyisakan luka mendalam bagi korban dan pertanyaan besar soal keadilan.

Terbaru, kasus memilukan terjadi di markas kepolisian. Seorang anak perempuan di bawah umur, sebut saja Mia, menjadi korban pelecehan seksual, yang diduga dilakukan oleh seorang pria yang bekerja sebagai Office Boy (OB), sebut saja Kobra.

Peristiwa tak mengenakkan ini terungkap usai ibu Mia yaitu Mura, bukan nama sebenarnya, mengetahui anak perempuannya menjadi korban pelecehan seksual itu pada Minggu 2 Februari lalu.

Ironisnya, peristiwa yang diduga sudah terjadi berulang kali sejak akhir tahun 2023 lalu itu, terjadi di salah satu ruang kerja yang ada di Markas Polresta Serang Kota.

Mura yang merupakan orang tua tunggal yang tinggal dengan tiga anaknya itu bercerita, bahwa dugaan pelecehan terungkap setelah salah satu anaknya mengaku menyaksikan Mia dilecehkan oleh Kobra, di ruang Seksi Umum (Sium) Polresta Serang Kota.

Pada saat itu, Mia, adiknya dan teman-teman sebayanya tengah bermain di Halaman Mapolresta Serang Kota, sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat sedang bermain, Kobra tiba-tiba memanggil Mia dan adiknya, untuk masuk ke ruangan Sium Polresta Serang Kota.

“Kata anak saya, pelaku memanggil untuk masuk ke ruang Sium. Sini ke dalem, adem. Kata pelaku waktu manggil,” ujarnya.

Karena dipanggil, mereka pun ikut ke sana. Pada saat itulah, berdasarkan pengakuan anaknya, Kobra mengunci pintu ruangan dan melancarkan aksinya.

“Karena hari Minggu, memang jadi sepi ruangan kantornya. Di situ peristiwa terjadi. Anak saya menceritakan secara detail kepada saya, saya nangis mendengarnya,” ungkapnya.

Tak berselang lama, ia melapor ke Satreskrim Polresta Serang Kota, atas peristiwa tersebut.

Petugas piket di sana pun mengarahkan Mura untuk melakukan visum di RS Bhayangkara.

“Detik itu juga saya berangkat ke RS Bhayangkara untuk visum. Jujur saya menangis lihat anak saya divisum, karena kan visum itu benar-benar menyeluruh,” katanya.

Laman: 1 2