GELUMPAI.ID – Kepergian Trent Alexander-Arnold dari Liverpool setelah 20 tahun membela klub kesayangannya memang menjadi berita besar di kalangan penggemar The Reds. Namun, cara perpisahannya justru menuai kontroversi. Bek kanan andalan Liverpool itu menggelar pesta perpisahan bertema ‘Summer of 66’ yang mewah di pusat latihan AXA untuk rekan-rekan setim dan staf klub menjelang kepindahannya yang diperkirakan menuju Real Madrid.
Pesta perpisahan yang dihadiri oleh manajer Arne Slot serta bintang-bintang Liverpool seperti Mohamed Salah, Darwin Nunez, Andy Robertson, dan Virgil van Dijk itu menampilkan berbagai hiburan, mulai dari barbekyu, penampilan sirkus, flamethrower, hingga zona bermain anak-anak dengan crazy golf dan kue-kue. Alexander-Arnold dikabarkan secara pribadi mengorganisir acara ini sebagai ucapan terima kasih kepada klub dan semua orang di dalamnya.
Namun, kemewahan pesta perpisahan ini justru memicu reaksi negatif dari sebagian suporter Liverpool. Mereka merasa kecewa dan marah karena Alexander-Arnold memilih untuk meninggalkan klub secara gratis setelah meniti karier di Anfield sejak usia muda. Kepindahan tanpa biaya transfer ke klub rival Eropa, Real Madrid, dianggap sebagai bentuk ketidakloyalan.
Kritik pedas membanjiri media sosial. Seorang penggemar menulis di platform X (dulu Twitter) mempertanyakan esensi perayaan tersebut, “Dia tidak pensiun, dia pergi untuk bergabung dengan klub lain. Sejak kapan ini dirayakan?” Komentar lain bahkan menyebut tindakan klub mengizinkan pesta itu “memalukan”. “Menurutku ini agak aneh. Ini memalukan dari klub menurutku. Merayakan pemain yang meninggalkan klub itu gila, bagaimana pun kau melihatnya,” tulis seorang suporter lainnya.
Kemarahan sebagian suporter ini kontras dengan pesan perpisahan emosional yang sebelumnya disampaikan Alexander-Arnold. Dalam pernyataannya, ia menyebut kepergian dari Liverpool sebagai keputusan tersulit dalam hidupnya dan menyatakan cinta yang abadi untuk klub tersebut. “Setelah 20 tahun di Liverpool Football Club, sekarang saatnya bagi saya untuk mengonfirmasi bahwa saya akan pergi pada akhir musim ini. Ini adalah keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam hidup saya. Klub ini telah menjadi seluruh hidup saya – seluruh dunia saya – selama 20 tahun,” tulis Alexander-Arnold.
Meskipun Alexander-Arnold telah memberikan kontribusi besar bagi Liverpool selama dua dekade terakhir, cara kepergiannya dengan status bebas transfer ke Real Madrid, ditambah dengan pesta perpisahan mewah yang dianggap tidak sensitif oleh sebagian suporter, tampaknya meninggalkan kesan pahit bagi sebagian kalangan penggemar The Reds. Dua laga tersisa Alexander-Arnold bersama Liverpool kini akan diwarnai dengan sentimen yang beragam dari para pendukung setia klub.

