“Untuk tahun 2026, hasil dialog Pak Gubernur dengan para nelayan akan ditindaklanjuti. BBWSC3 akan menganggarkan normalisasi sampai muara Cibanten,” katanya.
Di tempat yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai Satu BBWSC3, Junaidi Malai, menjelaskan bahwa pengerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pekerjaan tahun 2023.
“Normalisasi sepanjang 1,9 kilometer dilakukan di sungai utama, ditambah 1,5 kilometer di kali pembuang,” ujarnya.
Ia menyebut pekerjaan tidak hanya berupa galian sungai, melainkan juga pembangunan parapet atau dinding penahan tanah.
“Ada juga pembangunan parapet untuk memperkuat struktur sungai,” tambahnya.
Pengerjaan mencakup segmen jembatan Kenari sepanjang 500 meter menuju hilir, serta sekitar 1 kilometer ke arah hulu.
“Mudah-mudahan tahun berikutnya berlanjut sampai ke hulu lagi,” katanya.
Secara keseluruhan, proyek pengendalian banjir Cibanten meliputi pembangunan revetment sepanjang 480 meter serta galian sungai sepanjang 3,35 kilometer.
Hingga 29 September 2025, progres fisik proyek tercatat mencapai 16,65 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Revetment tersebut dibangun setinggi 3,3 meter, dengan lebar puncak 0,6 meter, lebar dasar 1,5 meter, dan setiap segmen sepanjang enam meter menggunakan batu kali setinggi 2,55 meter.
“Revetment ini berfungsi melindungi bibir sungai dari debit air tinggi. Selain itu juga menjaga sempadan sungai sekaligus mencegah banjir,” tandasnya.

