News

Tiongkok Sebut AS di Balik Serangan Siber pada Asian Winter Games 2025

Tiongkok kembali mengangkat tuduhan serius terhadap Amerika Serikat terkait dengan serangan siber yang diduga dilancarkan selama pelaksanaan Asian Winter Games 2025 yang berlangsung di Harbin, Provinsi Heilongjiang. (cr/reuters)

Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat, melalui Kedutaan Besarnya di Tiongkok, belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan tersebut hingga saat ini. Di sisi lain, media-media AS juga belum merilis komentar atau klarifikasi terkait tuduhan ini, yang semakin memperuncing ketegangan hubungan siber antara kedua negara besar tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah Tiongkok, seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyatakan bahwa tindakan seperti ini hanya akan memperburuk ketegangan yang sudah ada antara kedua negara. “Serangan siber yang dilakukan oleh pihak luar, khususnya negara adidaya seperti Amerika Serikat, tidak hanya merusak sistem keamanan Tiongkok, tetapi juga menambah ketidakpercayaan internasional terhadap niat baik negara tersebut dalam menjaga stabilitas global,” ujarnya.

Wang Yi menambahkan bahwa Tiongkok akan terus memperjuangkan haknya untuk melindungi infrastruktur vital dari ancaman serangan dunia maya, dan akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber dalam era digital saat ini.

Tuduhan ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak di dunia internasional, terutama terkait dengan peningkatan serangan siber yang melibatkan negara-negara besar. Banyak analis menilai bahwa ini merupakan bagian dari intensifikasi perang informasi yang sedang terjadi antara Tiongkok dan Amerika Serikat, yang juga tercermin dalam berbagai aspek hubungan diplomatik kedua negara.

Namun, sejumlah pihak juga mengingatkan agar tuduhan-tuduhan semacam ini tidak langsung dijadikan dasar untuk meningkatkan ketegangan lebih jauh tanpa ada bukti yang cukup. Beberapa pakar keamanan siber menilai bahwa banyak serangan siber sulit untuk dilacak dengan akurat, terutama ketika menggunakan jaringan yang kompleks dan tersembunyi. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kredibilitas tuduhan ini bisa dipertanggungjawabkan di tingkat internasional.

Laman: 1 2