News
Beranda » News » Tol “Atas Laut” Semarang-Demak Manfaatkan 10 Juta Bambu sebagai Matras untuk Penguatan Pondasi

Tol “Atas Laut” Semarang-Demak Manfaatkan 10 Juta Bambu sebagai Matras untuk Penguatan Pondasi

GELUMPAI.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggunakan material bambu sebagai pondasi untuk memperkuat struktur jalan tol yang akan dibangun di atasnya.

Berdasarkan informasi dari laman resmi KemenPUPR pada Jumat (15/11/2024), Kepala Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Ferri Eka Putra, mengungkapkan bahwa uji coba lapisan matras bambu pertama kali dilakukan di laboratorium pada September 2021.

“Pengujian dilakukan untuk mempersiapkan bahan bambu yang akan digunakan sebagai konstruksi matras untuk mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak. Perbaikan kondisi tanah (soil improvement) melalui konstruksi matras bambu dilakukan karena konstruksi tanggul laut yang terintegrasi dengan jalan tol ini akan dibangun di atas tanah dengan klasifikasi very soft soil,” ujar Ferri dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

“Struktur timbunan di atas laut yang diperkuat oleh matras bambu setebal 17 lapis yang bertujuan untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak sebagai suatu sistem matras,” bunyi pernyataan yang dikutip dari siaran pers Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, pada Jumat (15/11/2024).

Penggunaan matras bambu ini tidak hanya berfungsi sebagai pondasi, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem laut.

Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1, yang membentang sepanjang 10,64 kilometer dari Kaligawe-Sayung, dijadwalkan akan selesai pada awal 2027 mendatang.

Sebelum Seksi 1, Seksi 2 Sayung-Demak dengan panjang 16,31 kilometer telah resmi beroperasi sejak 25 Februari 2023.