GELUMPAI.ID – Gabungan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Serang Utara (Asrut) menggelar aksi unjuk rasa menolak kehadiran Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Kota Serang. Aksi tersebut digelar di Gedung DPRD Kota Serang, Senin (24/3).
Aksi yang digelar pada pukul 11.00 WIB itu pun mendapat respon langsung dari pihak DPRD. Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, menemui langsung massa aksi ke depan gedung perwakilan rakyat itu.
Dialog pun terjadi antara Muji Rohman dengan para massa aksi. Selain Muji, pimpinan dewan lainnya yakni Wakil Ketua I, Roni Alfanto dan Wakil Ketua III, Hasan Basri, turun mendampingi dialog tersebut.
Dalam dialog, Asrut menuntut agar semua yang berkaitan dengan Pantai Indah Kapuk ditolak dengan tegas tanpa kompromi, untuk masuk ke Kota Serang. Hal itu disampaikan oleh koordinator aksi, Beka.
“Kami disini mempertanyakan kepada DPRD apakah mereka tidak mengetahui tentang adanya anggaran atau dana CSR yang sudah disepakati antara Pemkot Serang dengan pihak PIK 2,” ujarnya.
Pihaknya menilai, kegaduhan yang ditimbulkan dari kesepakatan PIK 2 ini salah satunya karena tergesa-gesa dalam menerima bantuan CSR.
“Makanya kami di sini turun dan meminta kepada DPRD Kota Serang agar bisa menampung aspirasi kami untuk meninjau kembali, dan turun ke lapangan untuk melihat apa yang sedang terjadi kaitannya dengan CSR PIK 2,” jelasnya.
Beka menegaskan, pihaknya menolak keras akan keberadaan PIK-2 di tanah Kota Serang apapun alasannya.
“Kami sebagai asli putra daerah Kota Serang jelas melihat beberapa kejadian yang ada antara PIK 1 dan PIK 2 yang sudah terjadi di Tangerang, di Kota Tangerang maupun di Jakarta, itu kami dari aliansi sangat menolak kehadiran PIK 2 di Kota Serang, apapun itu cara dan maupun investasinya seperti itu,” tegasnya.
Ditemui seusai menerima aksi, Muji Rohman mengatakan bahwa pihaknya selaku wakil rakyat, sudah pasti akan menerima segala aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.
“Namanya juga kami Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, maka kami harus mewakili kepentingan rakyat. Ketika ada gejolak terkait dengan PIK 2, maka kami harus turun tangan untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.