GELUMPAI.ID — Keputusan Trackhouse untuk tidak merekrut pembalap Amerika untuk tim MotoGP mereka ternyata terbukti bijak.
Ketika Trackhouse, yang dikenal sebagai franchise NASCAR, mengumumkan pengambilalihan tim satelit Aprilia tahun lalu, banyak yang mengharapkan mereka membawa pembalap asal Amerika ke MotoGP.
Namun, meski talenta Moto2 Joe Roberts dianggap sebagai kandidat utama, Trackhouse memilih untuk tidak merekrutnya. Sebagai gantinya, mereka mengangkat Ai Ogura dari Moto2, yang baru saja memenangkan kejuaraan.
Rookie asal Jepang ini langsung tampil impresif dengan finis di posisi kelima pada debutnya di kelas utama, bahkan mengungguli rekan setimnya, Raul Fernandez.
Pemilik tim, Justin Marks, menjelaskan mengapa mereka tidak memilih pembalap asal Amerika.
“Ada dua pandangan yang berbeda,” ujarnya dikutip dari CNN.
“Satu sisi, kita bisa terlalu fokus pada ide Amerika dalam tim kita, menumpuknya dengan pembalap Amerika dan menjadikannya hal utama. Atau, tim MotoGP Trackhouse benar-benar menjadi vektor pertumbuhan internasional bagi merek Trackhouse.”
Marks menambahkan, “Kami ingin membawa seseorang yang bisa kami bangun, tumbuh bersama tim, dan yang bisa kami pertahankan dalam waktu lama.”
Dalam mencari rookie, Trackhouse melihat banyak kesempatan di Moto2, karena banyak talenta menjanjikan. Namun, mereka merasa tidak ada satu pembalap yang benar-benar menonjol sebagai pilihan utama.
Setelah empat putaran, Ogura kini berada di posisi kesembilan klasemen MotoGP, lebih unggul dari Pedro Acosta, Brad Binder, Jack Miller, dan Alex Rins.
Menyewa Ogura adalah sebuah taruhan yang terbukti berhasil, diakui oleh Davide Brivio, bos tim Trackhouse.
“Kamu membuat taruhan, karena memilih seorang pembalap yang berasal dari Moto2, tidak ada kesempatan untuk uji coba di MotoGP,” ujar Brivio.
“Kamu tidak bisa menilai langsung, kamu hanya harus mengandalkan potensi masa depan.”
Brivio menambahkan, “Kami pikir dia berbakat, dan gayanya dekat dengan gaya balap MotoGP, atau bisa jadi berkembang menjadi gaya MotoGP. Kami juga menyukai pendekatannya tahun lalu, meski ada beberapa kesulitan dan start yang buruk, dia terus bangkit, berjuang, dan penuh ketahanan.”

