GELUMPAI.ID — Pengaruh Elon Musk di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) bakal menyusut setelah ia memutuskan mengurangi perannya. Dua sumber pemerintah mengungkapkan, kabinet Trump kini siap mengambil alih kendali anggaran dan kebijakan SDM.
Musk, yang memimpin DOGE sejak 2025, dikenal lewat gebrakan pemotongan anggaran dan PHK massal. Namun, dikutip dari Japan Times, ia akan fokus ke Tesla dan hanya bekerja 1-2 hari per pekan di DOGE.
Gesekan antara Musk dan kabinet telah memanas belakangan ini. Menteri Luar Negeri Marco Rubio pernah bersitegang dengannya soal kebijakan USAID, sementara Menteri Transportasi Sean Duffy protes rencana PHK pengawas lalu lintas udara.
“Tanpa Musk, menteri kabinet akan lebih leluasa menentukan pemotongan anggaran secara spesifik,” ujar salah satu sumber anonim.
Pergeseran kekuasaan ini juga berdampak pada tim insinyur muda pilihan Musk. Posisi mereka dikabarkan akan dievaluasi ulang. “Kredibilitas mereka dipertanyakan karena minim pengalaman pemerintahan,” tambah sumber tersebut.
White House membantah anggapan bahwa mundurnya Musk menandai perubahan arah DOGE.
“DOGE tetap berjalan sesuai agenda presiden,” tegas juru bicara Harrison Fields.
Namun, pengamat seperti Nick Bednar dari University of Minnesota yakin pemotongan anggaran akan terus berlanjut.
“Prosesnya sudah bergulir, sulit dihentikan,” katanya.
Musk, yang menjadi motor ideologis DOGE, sebelumnya menempatkan banyak mantan staf SpaceX dan X di lembaga federal. Kebijakannya seperti pembekuan rekrutmen dan restrukturisasi telah mengubah wajah pemerintahan.
“Dasar-dasar perubahan sudah tertanam,” ungkap Musk dalam pernyataan terbarunya.
Kini, DOGE diprediksi akan dipimpin oleh pelaksana tugas Amy Gleason. Kendati Trump kerap menyebut Musk sebagai “bos DOGE”, peran hariannya sebenarnya tak pernah jelas.
Tom Schatz dari Citizens Against Government Waste justru melihat positifnya.
“Tanpa Musk yang kontroversial, DOGE mungkin bisa bekerja lebih efektif,” pungkasnya.

