Internasional News

Trump Pilih Loyalis Kash Patel untuk Pimpin FBI, Tunjukkan Arah Baru Kebijakan

FILE - Kash Patel, former chief of staff to Acting Secretary of Defense Christopher Miller, speaks at a rally in Minden, Nev., Oct. 8, 2022. (AP Photo/José Luis Villegas, File)

GELUMPAI.ID – Presiden terpilih dari Partai Republik, Donald Trump, pada Sabtu (30/11) mengumumkan niatnya untuk menunjuk Kash Patel, mantan pejabat keamanan nasional sekaligus loyalisnya, sebagai pemimpin baru FBI. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Trump berencana untuk menggantikan direktur saat ini, Christopher Wray.

Patel, yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat direktur intelijen nasional dan sekretaris pertahanan di masa pemerintahan pertama Trump, dikenal dengan pandangannya yang kritis terhadap peran intelijen FBI. Dalam wawancara di program konservatif Shawn Ryan Show pada September lalu, Patel menyatakan keinginannya untuk merombak FBI secara besar-besaran.

“Masalah terbesar FBI berasal dari divisi intelijennya. Saya akan memisahkan komponen itu. Gedung Hoover FBI akan saya tutup pada hari pertama dan dibuka kembali keesokan harinya sebagai museum negara bayangan,” ujar Patel, dilansir dari wawancara tersebut.

Ia juga menyatakan akan menyebar ribuan karyawan FBI ke seluruh penjuru Amerika untuk fokus menangani kejahatan di lapangan. “Pergilah menjadi polisi. Kalian adalah polisi, jalankan tugas kalian sebagai polisi,” tambahnya.

Ancaman Trump terhadap Direktur Saat Ini

Dilansir dari Reuters, Trump tampaknya serius untuk melaksanakan ancamannya mencopot Wray dari posisi direktur FBI. Wray, yang diangkat oleh Trump pada 2017 menggantikan James Comey, memiliki masa jabatan hingga 2027. Namun, selama menjabat, ia kerap menjadi sasaran kritik pendukung Trump, terutama terkait penggeledahan dokumen rahasia di Mar-a-Lago dan langkah-langkah perlindungan terhadap dewan sekolah lokal.

Yoon Suk Yeol Resmi Dimakzulkan Mahkamah Konstitusi Korsel

Seorang juru bicara FBI, ketika dimintai komentar terkait pencalonan Patel, menyatakan, “Setiap hari, pria dan wanita FBI terus bekerja melindungi rakyat Amerika dari berbagai ancaman yang terus berkembang. Fokus Direktur Wray tetap pada para pegawai FBI, orang-orang yang bekerja bersama kami, dan mereka yang kami layani.”

Rekam Jejak Patel

Patel, 44 tahun, memiliki latar belakang sebagai pembela umum federal dan jaksa federal. Namanya mulai dikenal saat menjadi tokoh kunci dalam investigasi Partai Republik terhadap penyelidikan FBI terkait kontak antara kampanye Trump 2016 dan Rusia. Selain itu, ia juga pernah dituduh menjadi jalur komunikasi rahasia antara Trump dan Ukraina selama persidangan pemakzulan pertama Trump, meski ia membantah tuduhan tersebut.

Laman: 1 2

Berita Populer

01

Axel Pons Pembalap Moto2 yang Jadi Musafir Jalan Kaki ke India

02

Pilkada Absurditas

03

Kejati Banten Dituding Politisasi Kasus untuk Downgrade Airin

04

CCTV Ungkap Detik-Detik Tragis Liam Payne di Hotel

05

Net TV Resmi Ganti Nama Jadi MDTV dan Pimpinannya, Halim Lie Ditunjuk Jadi Direktur Utama