GELUMPAI.ID – Drama Tyrant’s Chef atau Bon Appétit Your Majesty, kembali menyajikan momen yang bikin penonton deg-degan.
Episode 5 yang tayang pada 6 September 2025, memperlihatkan perubahan besar dalam hubungan Raja Lee Heon (Lee Chae-min) dan sang daeryeong-suksu Yeon Ji-young (Im Yoon-ah).
Jika sebelumnya raja berusaha keras menjaga jarak, kali ini ia mulai melihat Ji-young bukan hanya sebagai koki kerajaan, melainkan seorang wanita.
Awal kisah terjadi ketika Lee Heon, dalam kondisi mabuk, tanpa sadar mencium Ji-young.
Keesokan harinya, ia justru tidak mengingat apa pun.
Ji-young yang kesal lantas menyajikan sup hangover dan menyindir, “Aku sudah menghancurkannya halus supaya lebih mudah dimakan. Coba makan lagi. Kalau ada yang nyangkut, walaupun rasanya tidak akan ada,” katanya.
Saat Lee Heon mencoba mencari tahu, ia bertanya, “Apakah semalam ada sesuatu yang terjadi?”
Ji-young menohok balik, “Aku juga sudah berusaha menjauh, tapi Tuan tidak ingat apa yang terjadi semalam?”
Sang raja berdalih, “Minum itu untuk melupakan sesuatu. Jadi apa yang perlu diingat?”
Namun Ji-young tak tinggal diam, “Jadi dengan kata lain, Tuan tidak ingat apa-apa, begitu maksudnya?”
Ia lalu menambahkan dengan sinis, “Kalimat ‘Tetaplah di sini. Sebentar saja.’ Tuan benar-benar tidak ingat? Sudahlah, menjelaskan lebih jauh pun percuma.”
Lee Heon yang terpojok balik menekan, “Kenapa kau begitu? Katakan yang sebenarnya.”
Ji-young pun dengan tegas menegaskan, “Saya luruskan satu hal. Baginda bukan tipe saya. Bukan selera saya. Baginda bukan pria yang saya sukai.”
Lee Heon berusaha menjaga wibawa dengan balasan, “Lupa? Kau adalah daeryeong-suksu milikku. Itu artinya kau bukanlah seorang wanita bagiku.”
Namun semuanya berubah ketika kasim Chang-seon (Jang Gwang) mengungkap fakta bahwa sang raja memang mencium Ji-young semalam.
Lee Heon akhirnya teringat dan mulai goyah.
Ia bergulat dengan pikirannya, “Apa yang harus kulakukan sekarang? Kalau berpura-pura tidak tahu, mungkin akan lebih nyaman bagi kita berdua. Tapi tetap saja, aku sudah melakukan itu padanya. Haruskah aku menenangkannya? Tidak, aku adalah raja negeri ini, dan dia hanyalah seorang daeryeong-suksu. Semakin kupikirkan, semakin tidak masuk akal.”

