GELUMPAI.ID – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menuai kecaman keras dari UEFA setelah kedatangannya terlambat lebih dari dua jam di kongres badan sepak bola dunia itu di Paraguay. Keterlambatan ini diduga kuat karena Infantino lebih memilih menghadiri agenda politik pribadinya.
Infantino diketahui tengah melakukan lawatan diplomatik ke Timur Tengah bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia baru tiba di lokasi kongres pukul 12:47 waktu setempat (15:47 WIB), padahal acara dijadwalkan dimulai pukul 10:30 (14:30 WIB).
Menanggapi keterlambatannya, Infantino berdalih bahwa perjalanannya tersebut krusial untuk “mewakili sepak bola” dalam “diskusi penting” dengan “para pemimpin dunia di bidang politik dan ekonomi”.
Namun, alasan tersebut tak mampu meredam amarah UEFA. Presiden badan sepak bola Eropa, Aleksander Ceferin, memimpin aksi walk-out sejumlah delegasi Eropa, termasuk Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) Debbie Hewitt, saat jeda kongres. Aksi ini menyebabkan sejumlah kursi kosong di Conmebol Convention Center, Luque, saat kongres dilanjutkan.
UEFA dalam pernyataan resminya menyebut “perubahan mendadak” pada jadwal kongres sebagai tindakan yang “sangat disesalkan” dan menilai perlu adanya “teguran” atas kejadian ini.
“Kongres FIFA adalah salah satu pertemuan paling penting dalam sepak bola dunia, tempat berkumpulnya 211 negara anggota untuk membahas isu-isu yang memengaruhi olahraga ini secara global,” tegas UEFA.
“Mengubah jadwal pada menit-menit terakhir demi mengakomodasi kepentingan politik pribadi, jelas tidak menguntungkan sepak bola dan seolah menempatkan kepentingannya di urutan kedua,” tambahnya.
“Kita semua, dari akar rumput hingga level tertinggi, bertugas melayani sepak bola. Anggota UEFA di Dewan FIFA merasa perlu untuk menunjukkan bahwa kepentingan sepak bola adalah yang utama dan memilih untuk meninggalkan acara sesuai jadwal semula,” lanjut UEFA.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia (NFF), Lise Klaveness, menambahkan, “Kongres tahunan adalah badan terpenting untuk memastikan tata kelola yang baik dalam sepak bola internasional. Situasi ini mengkhawatirkan. Asosiasi anggota dari seluruh dunia telah datang ke Paraguay untuk berpartisipasi dalam kongres ini, mengharapkan kepemimpinan dan dialog profesional di tingkat tertinggi,” jelasnya.
Selain delegasi Eropa, sejumlah perwakilan dari Concacaf (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) juga dilaporkan meninggalkan kongres lebih awal sebagai bentuk protes.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mencoba meredakan ketegangan dengan menyatakan bahwa FIFA memiliki hubungan yang sangat baik dengan UEFA dan para anggota Eropa. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Infantino telah menjelaskan alasan keterlambatannya dan kongres berjalan dengan baik.

