Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Usai Kalah di Final Europa League, Bruno Fernandes Siap Hengkang demi Perbaikan Finansial Man United

Usai Kalah di Final Europa League, Bruno Fernandes Siap Hengkang demi Perbaikan Finansial Man United

Isu kepindahan kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kembali mencuat setelah kekalahan di final Liga Europa. (cr/manutd.com)

GELUMPAI.ID – Isu kepindahan kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kembali mencuat setelah kekalahan di final Liga Europa. Gelandang berusia 30 tahun itu secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk hengkang dari Old Trafford jika klub memutuskan untuk melepasnya demi keuntungan finansial.

Fernandes, yang telah santer dikaitkan dengan kepindahan sensasional ke Al-Hilal di Liga Pro Saudi, mengungkapkan bahwa ia akan bersedia meninggalkan Manchester United jika manajemen klub merasa sudah waktunya untuk “menguangkan” dirinya. Transfer semacam ini berpotensi mengubah lanskap keuangan United secara signifikan.

Meskipun telah memberikan tahun-tahun terbaiknya kepada United dan hampir mencapai 300 penampilan, Fernandes belum meraih gelar yang sepadan dengan performanya. Kekalahan di final Liga Europa pada Rabu lalu juga berarti ia harus absen dari kompetisi Liga Champions musim depan.

Kapten Setan Merah ini akan berusia 31 tahun pada September mendatang. Meskipun ia menegaskan bahagia untuk tetap menjadi bagian dari proyek pembangunan kembali di bawah Ruben Amorim, kontraknya hanya tersisa dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun. Sementara itu, United tampak semakin jauh dari puncak performa di kancah domestik.

Dengan absennya United dari Liga Champions musim depan, klub akan mencari sumber dana lain untuk menambah anggaran transfer Amorim. Tawaran besar untuk Fernandes pun bisa menjadi opsi yang menggiurkan bagi manajemen.

“Saya selalu jujur. Saya selalu mengatakan saya akan berada di sini sampai klub mengatakan kepada saya bahwa sudah waktunya untuk pergi. Saya sangat ingin berbuat lebih banyak, untuk bisa membawa klub kembali ke masa-masa kejayaan. Pada hari klub berpikir bahwa saya terlalu berlebihan atau sudah waktunya untuk berpisah, sepak bola memang seperti ini, Anda tidak pernah tahu,” kata Fernandes.

“Tapi saya selalu mengatakannya dan saya tetap memegang perkataan saya dengan cara yang sama,” tegasnya. “Jika klub berpikir sudah waktunya untuk berpisah karena mereka ingin mendapatkan uang tunai atau apa pun, ya begitulah, dan sepak bola kadang-kadang memang seperti ini,” tambahnya.

Fernandes, yang seringkali menjadi pahlawan bagi United dalam beberapa tahun terakhir, tampak kesulitan menunjukkan pengaruhnya dalam pertandingan melawan Tottenham di Bilbao.

“Ini sangat menyedihkan. Kami ingin memenangkan final ini lebih dari apa pun,” ujarnya.

“Ini hari yang sangat menyedihkan karena kami telah melakukan beberapa hal yang sangat baik dalam kompetisi ini hingga hari ini. Tapi hari ini adalah hari yang paling penting, hari terpenting dalam kompetisi. Ini adalah hari di mana kami bisa mencetak sejarah di Liga Europa, tapi tidak seperti itu. Dan sepak bola itu kejam, dan ini giliran kami untuk kalah,” tandasnya.