GELUMPAI.ID — Jelang Lebaran 2025, utang pinjaman online (pinjol) di Indonesia mencatat lonjakan signifikan.
Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, nilai outstanding pembiayaan pinjol tembus Rp87 triliun per akhir Februari 2025.
Angka ini naik tajam 31,6% secara tahunan (year-on-year).
Namun, pertumbuhan ini dibarengi kabar kurang sedap. Tingkat kredit macet pinjol alias TWP90 ikut mengalami peningkatan.
Per Februari 2025, tingkat TWP90 tercatat di level 2,78%. Sebulan sebelumnya, yaitu Januari 2025, masih berada di posisi 2,52%.
“Tingkat TWP90 berada di level 2,78% per Februari 2025, dibandingkan pada Januari sebesar 2,52%,” terang Agusman dalam RDK Bulanan OJK, Jumat (11/4/2025).
Sementara itu, sektor pembiayaan modal ventura justru belum menunjukkan geliat.
Pembiayaan jenis ini masih mengalami kontraksi, meskipun secara bulanan sempat naik.
Hingga akhir Januari 2025, pembiayaan modal ventura tercatat turun 0,93% yoy menjadi Rp16,34 triliun.
Namun, dibandingkan bulan sebelumnya, angkanya naik dari Rp15,81 triliun pada Januari 2025.
Di sisi lain, sektor multifinance masih tumbuh positif meski melambat.
Piutang pembiayaan multifinance naik 5,92% yoy pada Februari 2025 menjadi Rp507,02 triliun.
Padahal, di Januari lalu pertumbuhannya sempat lebih tinggi yakni 6,02% yoy.
Agusman juga menyampaikan bahwa kualitas pembiayaan membaik tipis.
“Rasio pembiayaan macet (NPF) gross Februari sebesar 2,87%, di Januari 2025 lalu 2,96%. NPF net 0,92% di Februari, sedangkan bulan Januari lalu 0,93%. Gearing ratio turun jadi 2,2 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali,” jelasnya.
Meski utang pinjol makin tinggi, pengawasan tetap diperketat. OJK terus memantau sektor ini agar tidak menimbulkan risiko sistemik di masa mendatang.
Sumber: CNBC Indonesia

