Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Vardy Cetak Gol Ke-199, Leicester City Bungkam Southampton di Kandang

Vardy Cetak Gol Ke-199, Leicester City Bungkam Southampton di Kandang

Jamie Vardy mencatatkan gol ke-199 untuk Leicester City saat membantu The Foxes meraih kemenangan 2-0 atas tim juru kunci Southampton di Stadion King Power, Sabtu (3/5) waktu setempat. (cr/Leicester City)

GELUMPAI.ID – Jamie Vardy mencatatkan gol ke-199 untuk Leicester City saat membantu The Foxes meraih kemenangan 2-0 atas tim juru kunci Southampton di Stadion King Power, Sabtu (3/5) waktu setempat.

Penyerang veteran yang akan mengakhiri 13 tahun kebersamaannya dengan Leicester musim panas ini, masih memiliki tiga pertandingan tersisa untuk mencapai tonggak 200 gol bagi klub.

Mantan striker tim nasional Inggris itu melepaskan tembakan keras yang bersarang di atap gawang Southampton pada menit ke-17. Gol tersebut menjadi gol kandang pertama Leicester di Liga Primer Inggris sejak 8 Desember lalu.

Kegembiraan suporter tuan rumah semakin berlipat ganda menjelang turun minum. Jordan Ayew berhasil menggandakan keunggulan Leicester melalui tendangan setengah voli yang menghujam sudut bawah gawang setelah bola hasil tendangan bebasnya membentur pagar betis Southampton dan kembali kepadanya.

Sebelumnya, Ayew terlibat insiden unik ketika tanpa sengaja mengenai wajah wasit David Webb, yang akhirnya terpaksa ditarik keluar karena cedera. Webb, yang menjalani debutnya sebagai pengadil di Liga Primer, tampak kesakitan sambil memegangi wajahnya. Vardy sempat bercanda menghentikan permainan dengan meniup peluit Webb sebelum dipastikan sang wasit tidak dapat melanjutkan tugasnya dan digantikan oleh ofisial keempat, Sam Barrott.

Pertandingan sempat tertunda selama 11 menit akibat insiden tersebut. Namun, Leicester mampu merespons dengan cepat setelah restart. Mereka terus menekan pertahanan Southampton hingga Bilal El Khannouss mendapatkan tendangan bebas yang berujung pada gol kedua Ayew.

Southampton kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Satu-satunya gol yang berhasil mereka sarangkan dianulir wasit karena Paul Onuachu dianggap berada dalam posisi offside saat sundulannya ditepis kiper Leicester, Jakub Stolarczyk, sebelum Mateus Fernandes menceploskan bola ke gawang.

Hasil ini memastikan Southampton akan finis di posisi terbawah Liga Primer untuk ketiga kalinya, menyamai rekor yang tidak diinginkan. Mereka juga masih membutuhkan satu poin lagi untuk menghindari rekor poin terendah dalam satu musim Liga Primer, yaitu 11 poin yang dicatatkan Derby County pada musim 2007-2008. Dengan kedua tim yang sudah dipastikan terdegradasi, harga diri menjadi satu-satunya yang dipertaruhkan, dan Leicester berhasil meraihnya. Kemenangan ini menjadi hadiah bagi para suporter setia mereka setelah musim yang sulit.

Kemenangan ini juga mengakhiri catatan buruk Leicester yang tidak pernah menang dalam 11 pertandingan liga terakhir sejak kemenangan mereka atas Tottenham pada 26 Januari lalu.

Gol Vardy membangkitkan semangat di King Power Stadium setelah awal pertandingan yang lambat. Chant “we’ve scored a goal” bergema di seantero stadion tak lama setelah gol tersebut.

Gol pemain berusia 38 tahun itu merupakan gol ke-144-nya di kasta tertinggi Liga Inggris, membuatnya sejajar dengan mantan striker Arsenal dan Manchester United, Robin van Persie, di posisi ke-14 dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Primer.

Vardy juga berpeluang mencapai rekor penampilan ke-500 untuk Leicester, hanya membutuhkan dua pertandingan lagi.

Kiper Southampton, Aaron Ramsdale, sempat menggagalkan peluang Vardy mencetak gol ke-200 melalui penyelamatan gemilang atas tendangan bebas sang striker.

El Khannouss tampil impresif dengan memberikan umpan terukur untuk gol Vardy dan kemudian pergerakan cepatnya mengecoh Fernandes hingga menghasilkan tendangan bebas untuk gol kedua Ayew. Pemain internasional Maroko itu nyaris memberikan assist ketiga pada tujuh menit terakhir, namun alih-alih mengumpan kepada Vardy yang berpeluang mencetak gol ke-200 atau pemain muda berusia 15 tahun, Jeremy Monga, ia memilih untuk menembak sendiri, namun bola melambung jauh dari gawang.

Southampton kini berada di jalur yang mengkhawatirkan untuk menyamai rekor poin terendah Liga Primer, yaitu 11 poin yang dicatatkan Derby 17 tahun lalu. Masih ada waktu bagi The Saints, di bawah manajer sementara Simon Rusk, untuk menghindari rekor buruk tersebut. Namun, pertandingan melawan rival terdekat mereka ini dianggap sebagai peluang terbaik untuk mengamankan poin yang sangat dibutuhkan.

Musim buruk mereka terus berlanjut setelah Leicester mengambil kendali permainan, dengan penyelesaian klinis Vardy menjadi penentu jalannya pertandingan. Tugas berat menanti Southampton, yang akan menjamu juara bertahan Manchester City di pertandingan berikutnya, sebelum menghadapi Everton dan tim peringkat kedua Arsenal.

Laman: 1 2