GELUMPAI.ID — Anggota BKSAP DPR RI, Verrell Bramasta dan Uya Kuya, menjadi delegasi Indonesia pada Konferensi PUIC ke-19. Keduanya hadir di sesi Komite Urusan Politik dan Hubungan Luar Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/5/2025).
Mereka menyampaikan inisiatif Indonesia terkait isu Palestina. Solidaritas antarnegara OKI juga menjadi fokus utama.
“Niat kita adalah mendukung Palestina untuk segera mendapatkan kemerdekaan, dan ini adalah usaha kita untuk ikhtiar, tawakal, dan istiqomah,” ujar Verrell.
Verrell menekankan pentingnya memanfaatkan forum PUIC untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina. Media sosial juga disebut sebagai pilar demokrasi untuk memperkuat dukungan.
“Esensi dari parlemen itu kan dari kata parle, berbicara. Jadi, kita menyuarakan yang baik untuk forum seperti ini,” kata Verrell.
Sementara itu, Uya Kuya menegaskan konsistensi Indonesia mendukung Palestina sejak era Soekarno. Ia mendesak parlemen OKI menghentikan kejahatan kemanusiaan di Palestina.
“Ya, memang apa yang kita lakukan sekarang, sikap kita konsisten sejak presiden pertama kita, Bapak Sukarno,” ujar Uya.
“Apa yang kita lakukan sekarang tetap konsisten, dan kita bersama-sama solidaritas kita untuk tujuan akhirnya, kemerdekaan Palestina,” sambungnya.
Konferensi PUIC ke-19 berlangsung pada 12-15 Mei 2025. Pembukaan resmi digelar pada Rabu (14/5/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari KOMPAS, isu utama meliputi Palestina, hak minoritas, dan lingkungan. Dialog antarperadaban serta isu perempuan juga dibahas.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir pada pembukaan konferensi. Ia akan didampingi Ketua DPR RI Puan Maharani.
“Tanggal 14 besok jam 19.30. Pak Prabowo insya Allah confirm akan hadir,” kata Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera.
Mardani menyebut Prabowo akan menyampaikan pesan perdamaian dan kemakmuran global. Indonesia siap menjadi jembatan antarnegara.
“Alhamdulillah, Mbak Puan dan nanti Pak Prabowo saat pembukaan akan men-stressing ulang tentang good governance and strong institution,” tambahnya.

