Setelah berpisah dengan Yamaha di tengah musim 2021, Vinales menemukan kehidupan baru di Aprilia di tahun yang sama dan akhirnya meraih kemenangan lagi di GP Amerika musim ini. Pada 2025, dia akan bergabung dengan Tech3 KTM dan mendapatkan peralatan pabrikan dari tim asal Austria tersebut.
Meskipun kini sudah kembali menemukan semangat juara di KTM, Vinales tetap berharap untuk bisa merebut gelar juara dunia. Namun, dia merasa akan sulit mencapainya bersama tim satelit Ducati. “Apa tantangan selanjutnya yang saya inginkan? Bagi saya, tantangan itu adalah untuk menjadi juara dunia,” ujarnya.
“Sekarang saya sudah menyadari ada dua sisi: kalau kamu jadi challenger, atau kamu memilih jalan yang sulit. Kalau kamu ke Ducati, susah banget bisa menang. Bagaimana mungkin bisa mengalahkan tim pabrikan? Meskipun motor kita sama, tapi senjatanya gak sama. Jadi saya cuma punya satu pilihan, pergi ke KTM dan jadi challenger.”
Dibandingkan dengan tiga merek motor yang sudah ditungganginya, Vinales mengatakan: “Suzuki itu passion banget, Yamaha lebih ke bisnis, dan Aprilia itu campuran keduanya.”
“Aprilia itu merek yang benar-benar hidup dari balapan dan di sisi itu mereka mengembalikan passion saya terhadap dunia motor,” tambahnya.
Sumber: MSN

