Entertainment
Beranda » Entertainment » Waitress Diberhentikan Usai Berkomentar Kontroversial Soal Pejabat Trump

Waitress Diberhentikan Usai Berkomentar Kontroversial Soal Pejabat Trump

GELUMPAI.ID – Seorang pelayan restoran di kawasan Washington, D.C., resmi dipecat setelah memberikan pernyataan kontroversial terkait penolakannya melayani pejabat pemerintahan Trump.

Suzannah Van Rooy, pelayan di Beuchert’s Saloon, Capitol Hill, mengungkapkan kepada Washingtonian, “Secara pribadi, saya menolak melayani orang yang saya tahu terlibat dalam perdagangan manusia atau yang berusaha mendeportasi jutaan orang. Ini bukan soal kebencian terhadap Republikan, tapi lebih kepada perbedaan moral yang bertolak belakang dengan prinsip saya.”

Pernyataan tersebut muncul dalam laporan yang membahas kemungkinan “resistensi” terhadap figur-figur pemerintahan Trump saat berada di ruang publik, merujuk pada insiden era sebelumnya, seperti pengusiran Sarah Huckabee Sanders dari restoran di Lexington, Virginia, serta aksi protes yang mengepung Menteri Keamanan Dalam Negeri saat itu, Kirstjen Nielsen, di restoran Meksiko di D.C.

“Pada periode pertama, semangat untuk aksi seperti itu memang lebih tinggi. Sekarang, ada semacam perasaan kalah dan pasrah,” ujar Van Rooy, dikutip oleh Washingtonian. “Tapi saya berharap masih ada orang yang berani menyuarakan penolakan terhadap tindakan administrasi ini.”

Reaksi Restoran dan Pemecatan

Dilansir dari Fox News, Beuchert’s Saloon menanggapi tegas pernyataan Van Rooy. Dalam pernyataan resminya, pihak restoran menyebut komentarnya sebagai sesuatu yang “tidak pantas” dan menyalahi kebijakan toleransi nol mereka terkait diskriminasi.

“Komentar yang dibuat oleh salah satu staf kami — yang tidak memiliki wewenang untuk mewakili restoran — benar-benar tidak dapat diterima. Ia tidak berbicara atas nama kami sebagai restoran,” ujar pihak Beuchert’s Saloon.

Restoran tersebut menambahkan bahwa Van Rooy juga melanggar kebijakan dengan masuk ke akun media sosial restoran tanpa izin, kemudian mempublikasikan pernyataan pribadi yang dianggap memicu kontroversi lebih lanjut.

“Keputusan Suzannah untuk masuk ke akun media sosial kami di tengah malam dan memposting retorika yang provokatif adalah pelanggaran serius. Komentar ini jelas tidak mencerminkan posisi 20 staf lain yang bekerja bersama kami.”

Laman: 1 2