GELUMPAI.ID – Memasuki akhir September, cuaca di Banten diperkirakan bakal makin tidak menentu.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan kondisi atmosfer saat ini cukup labil dan mendukung terbentuknya cuaca ekstrem.
Beberapa faktor ikut memengaruhi, di antaranya fenomena Dipole Mode negatif yang meningkatkan suplai uap air dari Samudra Hindia, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), hingga gelombang atmosfer Rossby Equatorial, Kelvin, dan Low Frequency yang tengah aktif melintasi Banten.
“Selain itu, adanya konvergensi atau perlambatan angin di wilayah Banten, ditambah kondisi atmosfer lokal yang lembap dan labil, semakin mendukung terbentuknya awan konvektif penghasil hujan deras,” jelas Hartanto.
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang bagian utara, serta Kota Tangerang Selatan.
Sementara hujan sedang hingga lebat kemungkinan melanda Kota Serang, Kabupaten Serang bagian selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Hartanto juga mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai petir, menjauhi pohon atau papan reklame, serta memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG dan akun media sosial @infobmkg serta @bmkgwilayah2.
“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” tandasnya.

