News

Wow! China Siapkan Defisit Anggaran Tertinggi Sepanjang Sejarah

Namun, tantangan tak kecil dihadapi ekonomi terbesar kedua dunia ini, termasuk krisis properti, utang pemerintah daerah, lemahnya konsumsi domestik, hingga proteksionisme perdagangan AS. Sementara itu, sektor ekspor, yang selama ini menjadi andalan, kian tertekan.

Kebijakan moneter pun diproyeksikan bergeser dari “prudent” menjadi “cukup longgar,” membuka peluang penurunan suku bunga dan injeksi likuiditas lebih besar dari bank sentral.

Sebagai catatan, utang nasional China melonjak lebih dari lima kali lipat dalam 14 tahun terakhir, sedangkan pertumbuhan ekonominya hanya tiga kali lipat pada periode yang sama.

Meski begitu, China tampaknya akan lebih bergantung pada stimulus fiskal dalam skala besar untuk tahun 2024, sembari mempertimbangkan langkah mitigasi lain, termasuk pelemahan nilai tukar yuan. Kendati demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar di tingkat yang “wajar dan seimbang,” sebagaimana janji yang disampaikan pada CEWC tahun-tahun sebelumnya.

Laman: 1 2