News
Beranda » News » Xi Jinping Tidak Mampir ke Indonesia Ditengah Kunjungannya ke Negara Asia Tenggara, Ada Apa?

Xi Jinping Tidak Mampir ke Indonesia Ditengah Kunjungannya ke Negara Asia Tenggara, Ada Apa?

GELUMPAI.ID — Presiden China Xi Jinping tengah melakukan tur ke Asia Tenggara. Namun, dari daftar kunjungannya, Indonesia tak termasuk dalam agenda.

Xi Jinping hanya melawat ke tiga negara: Vietnam, Kamboja, dan Malaysia. Ini menjadi lawatan luar negeri perdananya pada tahun 2025.

Vietnam menjadi tujuan utama karena merupakan pengimpor terbesar produk China di Asia Tenggara. Nilai impornya mencapai US$161,9 miliar.

Sementara Malaysia berada di posisi kedua dengan nilai impor sebesar US$101 miliar. Adapun Kamboja dikenal sebagai ladang investasi infrastruktur Negeri Tirai Bambu.

Indonesia, meskipun juga menjadi mitra dagang utama China, justru absen dari daftar negara yang dikunjungi Xi.

Peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Waffaa Kharisma, melihat kunjungan ini sebagai strategi Xi membangun aliansi di tengah konflik dagang dengan Amerika Serikat.

“Fungsinya mengajak untuk tetap berpegang pada prinsip open market dan mengurangi kemungkinan akan ada domino proteksionisme,” kata Waffaa saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (14/4).

Menurutnya, Vietnam saat ini tengah menjajaki negosiasi dengan Amerika Serikat. China tak ingin Vietnam membuat kesepakatan yang mengancam hubungan ekonomi kedua negara.

Trump diketahui memberlakukan tarif dagang tinggi terhadap negara-negara Asia, termasuk 46 persen ke Vietnam dan Malaysia, serta 49 persen ke Kamboja.

Di sisi lain, hubungan China dan Malaysia sempat fluktuatif, tapi kini cenderung membaik di bawah kepemimpinan PM Anwar Ibrahim.

Pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menilai langkah Xi adalah respons atas manuver ekonomi Trump.

“Maka bisa jadi kunjungan Xi ketiga negara Asia Tenggara sebagai upaya untuk mengimbangi manuver Trump,” ungkap Sya’roni.

China disebut satu-satunya negara Asia yang berani melawan kebijakan Trump dengan tarif balasan serupa.

Kendati tak berkunjung ke Indonesia, para pakar menegaskan bahwa hubungan bilateral RI-China tetap stabil.

Sya’roni menilai tak ada gangguan dalam kerja sama strategis kedua negara sejauh ini.

Laman: 1 2