GELUMPAI.ID — Mantan anggota parlemen empat periode, Yoo Seong-min, mengumumkan pada Minggu bahwa ia tidak akan mengikuti pemilihan calon presiden dalam pemilihan pendahuluan Partai People Power (PPP). Ia menyebut partai kanan tersebut belum belajar dari pengalaman pemakzulan dua presiden konservatif sebelumnya.
“Partai ini menolak untuk mengambil jalan refleksi diri yang tepat dan perubahan, meskipun dua presiden konservatif telah dimakzulkan berturut-turut,” tulis Yoo dalam pesan Facebook, merujuk pada Park Geun-hye dan Yoon Suk Yeol.
Pemecatan Yoon pada 4 April, terkait dengan deklarasi darurat militer yang gagal, mengarah pada penjadwalan pemilihan presiden untuk 3 Juni mendatang.
Yoo menambahkan, “Tidak ada rasa urgensi (di partai).” Ia pun bertanya-tanya apakah mereka bahkan tertarik untuk mengalahkan Lee Jae-myung.
Lee, mantan ketua Partai Demokrat Korea (DPK), diperkirakan akan menang dalam pemilihan pendahuluan DPK dan juga dalam pemilihan pada 3 Juni.
“Saya sangat marah melihat mereka sudah menganggap kalah dalam pemilihan presiden, dan mereka terobsesi dengan hak-hak istimewa setelah kekalahan itu,” lanjut Yoo.
“Alih-alih berusaha memperluas pijakan konservatif ke arah tengah, mereka malah memperkecilnya. Perilaku mereka membuat saya terdiam.”
Yoo menyatakan bahwa ia akan tetap menjadi “konservatif sejati” dan akan berusaha membangun kembali konservatisme “dengan orang-orang yang rasional dan bijaksana.”
Yoo berada di urutan keempat dalam pemilihan presiden 2017 ketika ia mencalonkan diri dari Partai Bareun yang berhaluan tengah-kanan.
Sumber: Korea Times

