GELUMPAI.ID — Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, akan menghadiri sidang ketiga kasus pemberontakan minggu depan. Pengadilan Tinggi Seoul memutuskan Yoon harus masuk melalui parkir darat, bukan parkir bawah tanah seperti sebelumnya.
Yoon sebelumnya diizinkan masuk Pengadilan Distrik Pusat Seoul via parkir bawah tanah pada sidang April lalu. Alasannya, kekhawatiran keamanan atas permintaan mantan presiden tersebut.
Pada sidang kedua, Yoon terekam kamera duduk di kursi terdakwa. Sidang ini terkait deklarasi darurat militer singkat yang ia umumkan pada Desember lalu.
Sidang ketiga dijadwalkan berlangsung hari Senin. Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut tindakan kontroversial Yoon selama masa jabatannya.
Menurut laporan dari Korea Times, Yoon resmi dilengserkan dari jabatannya awal April lalu. Pengadilan Konstitusi mengesahkan pemakzulannya.
Pengadilan juga akan menutup akses masuk semua kendaraan pada hari sidang. Pengecualian hanya diberikan untuk mobil resmi dengan tugas khusus.
Pemblokiran akses kendaraan dimulai Jumat pukul 20.00 hingga Senin tengah malam. Langkah ini untuk memastikan kelancaran sidang.
Pegawai pengadilan diminta menggunakan transportasi umum. Mereka juga diimbau tidak membawa kendaraan pribadi pada hari sidang.
Keputusan ini mencerminkan sensitivitas kasus yang melibatkan mantan presiden. Publik terus memantau perkembangan sidang ini.

