GELUMPAI.ID — Johann Zarco mencetak kemenangan gemilang di MotoGP Prancis 2025, jadi kemenangan kandang pertama Honda sejak 1954. Balapan di Le Mans yang basah oleh hujan penuh kekacauan sejak lap pembuka.
Start dibatalkan, memaksa pebalap beralih dari ban kering ke basah. Tiga belas pebalap, termasuk Marc Marquez, menerima penalti dua putaran panjang untuk kembali ke ban kering.
Pecco Bagnaia tersingkir usai bertabrakan dengan Enea Bastianini. Pesaing gelar Alex Marquez juga tak meraih poin setelah dua kali jatuh.
Tim LCR Honda Zarco sukses dengan strategi ban basah. Ia memimpin balapan di lap kedelapan, memukau penonton tuan rumah.
“Ini sesuatu yang harus dijelaskan tim saya, mereka harus memberikan sesuatu lebih,” kata Bagnaia soal masalahnya kepada situs resmi MotoGP.
Marquez balapan hati-hati untuk finis kedua, memimpin klasemen. Ia kini unggul 22 poin atas rivalnya.
Seperti dilaporkan CRASH, kemenangan Zarco diraih saat ibunya pertama kali hadir di grand prix. Strategi cemerlangnya memastikan kemenangan bersejarah.
“Kesalahan di Jerez membuat saya menghindari kesalahan hari ini,” aku Marquez, merujuk pendekatan hati-hatinya.
Zarco nyaris gagal usai bersenggolan dengan Joan Mir di lap pertama. Start dari posisi 17, ia memanfaatkan kesalahan lawan.
“Saya benar-benar yakin memulai dengan ban basah adalah pilihan tepat,” ujar bos tim LCR, Lucio Cecchinello.
Kecepatan Zarco tak tertandingi, kadang satu detik lebih cepat dari Marquez. Ia finis 19,907 detik di depan semua pebalap.
“Banyak masalah. Tak ada yang berjalan baik sejak Sabtu,” tambah Bagnaia, mengeluh soal akhir pekan tanpa poin.
Polesitter Fabio Quartararo jatuh di awal kekacauan. Hujan mengubah strategi, menguntungkan keputusan berani Zarco.
Balapan hati-hati Marquez berbeda dari kegagalannya di Jerez. Ia mengaitkan podiumnya pada pelajaran dari kesalahan sebelumnya.
“Tidak menggunakan perangkat ketinggian nyaris mengakhiri balapan saya,” ungkap Zarco, menjelaskan kesulitan awalnya.
Grand Prix Prancis jadi momen bersejarah di MotoGP. Kemenangan Zarco membuat La Marseillaise bergema di Le Mans.

