Beberapa orangtua bahkan langsung mewariskan pekerjaan mereka kepada anaknya, atau memberikan posisi tinggi dengan bantuan relasi mereka.
Meskipun fenomena ini bukan hal baru, Karina menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk belajar mandiri. Orangtua harus bersikap “tega” dan memberikan tantangan agar anak-anak lebih berusaha keras dan membentuk karakter yang baik.
“Batasannya memberi informasi soal lowongan kerja, bukan terus kemudian bilang ‘Terima dong anakku di kantormu’. Itu dua hal yang berbeda,” tegas Karina.
Menurutnya, memberikan informasi lowongan pekerjaan atau memberi saran dalam menyusun CV masih dianggap wajar, namun terlalu banyak campur tangan, seperti membuatkan CV atau mengajukan anak langsung ke relasi kerja, sebaiknya dihindari.

