“Dalam upaya membuat suasana sekolah yang menyenangkan, kami di Kemendikdasmen juga sedang merancang pelaksanaan senam otak yang nanti dilakukan setelah peserta didik mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Senam otak ini merupakan gerakan rileks penyegaran otak yang kurang lebih enam atau tujuh model gerakan,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Menteri Mu’ti mengajak Muslimat NU dapat bersinergi dengan Kemendikdasmen untuk bersama-sama menyukseskan program-program Kemendikdasmen. Ia berharap bahwa layanan pendidikan yang berbasis gerakan-gerakan islam dapat menjadi institusi yang mendukung terciptanya generasi yang berintelektual dan bermoral tinggi.
Pada acara ini juga telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara Kemendikdasmen dengan Pimpinan Pusat Muslimat NU. Nota kesepahaman ini merupakan kesepakatan untuk bekerja sama dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan ruang lingkup antara lain, penguatan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini; penguatan penyelenggaraaan Wajib Belajar 13 Tahun, dan penguatan pendidikan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, dan Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

