Di tengah tantangan domestik dan global, Bank Indonesia tetap percaya diri akan stabilitas ekonomi. Gubernur BI Perry Warjiyo bahkan menyebut bahwa pelonggaran moneter dengan menurunkan suku bunga acuan ke 5,75 persen di awal tahun dapat memacu pertumbuhan sektor riil.
Namun demikian, tekanan pada nilai tukar rupiah diprediksi masih akan terjadi. HSBC memproyeksikan rupiah berada di kisaran Rp 16.300 per dolar AS hingga akhir tahun ini.
Meski optimisme terus dikumandangkan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa target pertumbuhan 8 persen pada 2025 masih menjadi mimpi yang sulit dicapai.
Sumber: TEMPO

