Namun seiring berkembangnya media sosial, terutama Twitter dan Instagram, ia mulai menemukan hiburan dalam membaca komentar-komentar itu. “Tapi di awalnya, ketika masih di chat room, ya, saya belum siap untuk itu.”
Johnson pun akhirnya belajar menerima bahwa di dunia olahraga, kesetiaan fans itu tak bisa dihindari. Ia menyadari bahwa tak semua orang akan suka dengan kesuksesannya.
“Ya, saya akhirnya sadar, ‘Oke, nggak bisa bikin semua orang senang.’ Di dunia olahraga, fans pasti akan mendukung tim atau pembalap favorit mereka. Mereka akan mencemooh yang lainnya, itu sudah biasa,” tambahnya.
“Saya akhirnya memahaminya dan menyederhanakan hal itu: fans saya akan mendukung saya, sementara ada 39 basis fans lainnya yang akan lebih keras suaranya. Itu nggak masalah. Kita harus menemukan cara sendiri dalam menjalani olahraga ini, dengan cara yang sesuai dengan diri kita,” ujar Johnson.
Sumber: NewsWeek

