Gerhana Bulan Total Akan Berlangsung 8 November 2022, Ini Kata Peneliti BRIN

Ilustrasi Gerhana Bulan Total/Dok. Radar Bengkulu

GELUMPAI.ID – Peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT) dikabarkan akan berlangsung Indonesia pada 8 November 2022. Akan berlangsung selama 3 jam 39 menit 50 detik.

Gerhana bulan adalah fenomena terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Peristiwa ini terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan dan hanya terjadi pada saat fase purnama.

Gerhana Bulan Total ini merupakan fenomena yang langka dan sudah dipastikan oleh ahli dan astrofisika Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional () Thomas Djamaluddin, seperti dikutip dari kompas.com pada Rabu (2/11).

Secara ilmiah dijelaskan, gerhana Bulan total adalah fenomena terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak seluruh cahaya bisa sampai ke permukaan Bulan.

Bulan akan masuk seluruhnya ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi. Peneliti , Andi Pangerang menyebut durasi umbral mulai dari sebagian hingga total berlangsung selama 3 jam 39 menit 50 detik.

Gerhana ini termasuk ke dalam gerhana ke-20 dari 72 gerhana dalam Seri Saros 136 (tahun 1680-2960). Siklus Saros merupakan siklus gerhana yang dapat digunakan untuk memprediksi gerhana matahari serta gerhana bulan.

“Gerhana Bulan Total yang dapat teramati di Indonesia untuk satu dekade berikutnya akan terjadi pada 8 September 2025, 3 Maret 2026, Malam Tahun Baru 2029, 21 Desember 2029, 25 April 2032 dan 18 Oktober 2032,” ujar Andi dikutip dari portal resmi brin.go.id.

Rifqi Fatahilah
WRITTEN BY

Rifqi Fatahilah

Menabung rindu bukan bagian dari investasi. So! Mending baca berita gelumpai.id daripada berlarut-larut dalam romantisme receh

Tinggalkan Balasan