Nelayan Cianjur Hilang Kontak, Ombak Tinggi Bikin Polair dan Tim SAR Kesulitan Mencari

GELUMPAI.ID – Kapal nelayan KM Putra Cikal 101 asal Ujung Genteng, Sukabumi, yang dilaporkan hilang kontak saat ini tengah dicari oleh Satpolair beserta tim SAR gabungan.

Kapal tersebut diketahui hilang kontak di perairan Karang Potong, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Satpolair , AKP Heri, saat dihubungi awak media mengatakan bahwa pihaknya bersama tim gabungan serta dibantu oleh nelayan tengah melakukan pencarian, setelah mendapat laporan terkait dengan kapal pencari ikan yang hilang kontak dari Sukabumi.

“Kami juga langsung berkoordinasi dengan relawan dan tim SAR Bandung, untuk melakukan pencarian di wilayah perairan Cianjur selatan. Hingga saat ini, pencarian cukup terkendala karena gelombang tinggi disertai hujan deras, namun upaya pencarian tetap dilakukan,” ujarnya dilansir Antaranews, Sabtu (12/2).

Ia menuturkan, pihaknya sejak jauh hari telah mengimbau nelayan tidak melaut, lantaran saat ini telah memasuki puncak .

“Untuk pencarian masih di pinggiran pantai, sambil menyisir dan memantau keberadaan kapal beserta nelayan yang dilaporkan hilang kontak itu. Memasuki hari kedua, kami belum mendapatkan tanda keberadaan kapal dan awaknya itu,” katanya.

Informasi yang dihimpun, kapal yang dinakodai oleh Nanang Nurjaman (35) bersama beberapa awak kapal, berlayar dari dermaga tradisional Ujung Genteng, Sukabumi untuk mencari ikan di perairan selatan Cianjur. Selang satu hari kapal bersama awaknya hilang kontak.

“Saat pemilik kapal mencoba menghubungi juru mudi kapal, melalui telepon selulernya hingga hari kedua tidak ada jawaban atau kabar karena pemilik khawatir melihat gelombang yang tinggi setelah kapal berangkat melaut,” katanya.

Untuk diketahui, sejak beberapa pekan terakhir, gelombang di sepanjang pantai selatan daerah itu cukup tinggi, sehingga dapat mengancam keselamatan nelayan yang memaksakan diri melaut.

Jabied
WRITTEN BY

Jabied

Admin tampan situs Gelumpai.ID

Tinggalkan Balasan