OTT Disebut Bikin Penanganan Kasus yang Lain Terhambat

GELUMPAI.ID – Banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh telah membuat banyak kasus lama tertunda penanganannya dan baru bisa diproses sekarang. Meskipun demikian, memastikan akan menuntaskan perkara-perkara lama yang belum selesai.

Demikian disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi , Karyoto, dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih , Jakarta, Rabu (30/3/2022). Hal itu disampaikan Karyoto untuk menjelaskan alasan kasus suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2014 dan RAPBD TA 2015 di Provinsi Riau yang menjerat Annas Maamun baru mau dituntaskan sekarang.

Baca Juga:  Penyelesaian Sengketa Aset Serang Semrawut, Mediasi Jalan Buntu

“Ini memang kendala kita kemarin-kemarin di Kedeputian Penindakan pada saat itu memang crowded, kalau kita banyak tangkapan OTT, ya seperti ini, ending-nya seperti ini,” ujarnya.

Menurut Karyoto, perkara Annas Maamun merupakan beban bagi yang harus diselesaikan. Sebab, kasus yang menjerat mantan itu merupakan tunggakan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang dilakukan masa lalu.

“Ini adalah surat perintah penyidikan dari 2015 memang terasa cukup lama namun demikian ini adalah beban daripada tunggakan-tunggakan surat perintah penyidikan yang lama,” katanya.

Baca Juga:  Demi Rujuk Dengan Mantan Istri, Pria Asal Kibin-Kabupaten Serang Ancam Gantung Anak dan Divideokan

Annas dinilai masih layak untuk menjalani proses hukum meskipun telah berusia 81 tahun. Menurutnya, kondisi kesehatan Annas telah diperiksa dokter sebelum dilakukan proses hukum.

Rekomendasi

Komentar ditutup.

  • Gelumpai.ID All Right Reserved