Komunikasi antara orang tua dengan anak dalam lingkup keluarga, termasuk dalam kelompok komunikasi interpersonal. Ada berbagai definisi mengenai komunikasi interpersonal.
Menurut Joseph de Vito mendefinisikasi komunikasi interpersonal yakni sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan di antara dua orang atau lebih baik secara formal maupun non formal. Komunikasi interpersonal mengharuskan pelaku bertatap muka antara dua orang atau lebih dengan membawa pesan verbal mapun nonverbal sehingga masing-masing bisa memahami satu sama lain dan berinteraksi secara efektif.
Namun kenyataannya masih terdapat anak yang segan untuk membuka obrolan dengan orang tuanya begitu pula dengan orang tua. Anak takut untuk mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan, ada rasa tidak enak atau bahkan berfikir akan dimarahi oleh orang tuanya. Yang seharusnya orang tua menjadi ruang utama untuk anak bercerita, mengeluarkan keluh kesah ini malah tidak bisa. Sehingga mengakibatkan pola komunikasi yang baik.
Tetapi, ketika orang tua dapat memahami kondisi anaknya, anak akan lebih terbuka untuk bercerita kepada orang tua. Obrolan yang sambut baik oleh anak dan orang tua menjadi sebagai pelipur lelah di kala kesibukkan aktifitas.
Anak menceritakan keluh kesahnya selama di sekolah atau permasalahan sosial lain yang dialami. Begitu pula dengan orang tua akan terbuka juga dengan anak menceritakan aktifitas yang dilakukan pada saat bekerja.
Ketika komunikasi sudah terbangun dengan baik kembali ke orang tua akan terasa seperti pulang dan melepaskan lelah setelah beraktifitas. Obrolan singkat yang memberikan arti, saat berbagai cerita, canda tawa, dan pengalaman yang dialami, serta beban pikiran yang menumpuk akan terasa lebih ringan.
Apakah ada manfaat dari mengobrol dengan keluarga?
Tentu saja ada, dapat mengurangi rasa stress dan lelah, meningkatkan ikatan emosional antar anggota keluarga, anak dan orang tua, menjadi wadah curhat dan solusi. Menceritakan permasalahan ke orang tua bahkan menjadi tempat curhat paling aman bahkan kita bisa mendapatkan solusi yang sangat baik.
Bagimana cara membangun komunikasi yang dapat membuag lelah?
Ciptakan suasana yang santai seperti sambil makan bersama atau menonton bersama, mulailah pembicaraan dengan topik yang ringan, berikan perhatian penuh dengan keluarga, gunakan rumor untuk mencairkan suasana.

